Posted by: gpia | October 27, 2009

MERENDAHKAN DIRI

“Dan barang siapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barang siapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Matius 23:12

Pada dasarnya, orang memang sukar untuk merendahkan diri. ”Orang lebih senang dipuji, disanjung dan meninggikan diri, terlebih bagi mereka yang hidupnya berhasil. Banyak orang berfikir, jika merendahkan diri, mereka takut dikira rendah diri. Padahal merendahkan diri berarti tidak ada kesombongan, tidak tinggi hati, tidak menganggap dirinya lebih dari orang lain. Karena kita sadar, bahwa kita tidak memiliki kekuatan dan tidak mempunyai kesanggupan tanpa penyertaan Tuhan. Jadi keberadaan kami dan apapun yang kami punyai saat ini, semuanya semata-mata karena karunia Tuhan saja.
Tuhan Yesus dengan jelas berkata: “Barang siapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barang siapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barang siapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Matius 23:11, 12). Dan Tuhan Yesus telah membuktikan ucapan-Nya sendiri, kata-Nya: “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Matius 20:28).
Dalam hal ini, Daud telah memberi teladan yang baik bagi kita semua. Walaupun dia seorang raja yang terkenal dan berkuasa, tetapi dia tidak pernah mengakui bahwa dia sanggup mempertahankan nyawanya dari musuhnya dan maut. Daud memiliki kerendahan hati dan dia selalu merendahkan diri di hadapan Tuhan. Daud tidak pernah mengeraskan hati terhadap Tuhan dan tidak pernah menyalahkan orang lain. Sebaliknya, di dalam menghadapi apa pun, dia selalu membuka hati kepada Tuhan dan mengijikan Roh Kudus menyelidiki hatinya. Sekalipun dia melawan dan membenci orang-orang yang melawan Tuhan, tetapi dia selalu memeriksa diri, apakah perbuatannya itu benar di hadapan Tuhan, sebab dia kuatir kalau-kalau tindakannya itu bukan benar-benar membela Tuhan, tetapi untuk kepentingannya sendiri. (baca Mazmur 139:23,24).
Oleh karena itu, bukan waktunya lagi kita meninggikan diri karena berhasil dalam hidup ini, baik secara jasmani maupun secara rohani. Karena kita tahu semuanya berasal dari Tuhan. Hanya Tuhan saja yang patut dimuliakan dan ditinggikan.
AIR HIDUP


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: