Posted by: gpia | October 26, 2009

Tempat Pelayanan

“Jawab-Nya kepada mereka, ‘Roh Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan doa” Markus 9:29
Para murid-Nya bertanya kepada-Nya ketika mereka sendirian dengan Dia, “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?” (Markus 9:28). Jawabannya terletak pada hubungan pribadi dengan Yesus Kristus. Roh ini tidak dapat diusir keluar kecuali kita memusatkan diri kepada-Nya, dan terus meningkatkan pemusatan diri kepada-Nya. Kita dapat tetap tidak berdaya selama-lamanya, seperti para murid dalam situasi ini, dengan mencoba melakukan pekerjaan Allah tanpa memusatkan diri pada kuasa-Nya dan dengan mengikuti gagasan kita sendiri. Kita sebenarnya memfitnah dan tidak menghormati Allah jika kita melayani tanpa mengenal Dia.
Bila Anda berhadapan langsung dengan situasi sulit dan tidak terjadi sesuatu secara lahiriah, Anda masih dapat mengetahui bahwa kebebasan dan kelepasan akan diberikan sebagai akibat pemusatan diri yang terus-menerus pada Yesus Kristus. Kewajiban Anda dalam tugas dan pelayanan ialah mengusahakan agar tidak ada perintang antara Yesus dan Anda. Adakah perintang antara Anda dan Yesus sekarang? Jika ada, Anda harus melintasinya, bukan dengan mengabaikannya sebagai suatu gangguan, melainkan dengan menghadapinya dan dengan melintasinya ke dalam hadirat Yesus Kristus. Lalu masalah itu, dan semua yang telah Anda alami berkaitan dengan hal itu, akan memuliakan Yesus Kristus dengan cara yang takkan pernah Anda ketahui sebelum Anda menatap wajah-Nya secara langsung.
Kita harus dapat “seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya” (Yesaya 40:31), tetapi kita juga harus mengetahui caranya untuk turun. Kuasa seorang pemercaya terletak pada kesanggupannya untuk turun dan hidup di lembah. Paulus berkata, “Segala hal dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13) dan yang diacunya ialah hal-hal yang paling hina. Padahal kita dapat menolak untuk dihina dan berkata, “Tidak, terima kasih, aku jauh lebih suka berada di puncak gunung dengan Allah.” Dapatkah saya menghadapi kesulitan-kesulitan dengan mengandalkan Yesus Kristus, ataukah hal-hal itu menghancurkan iman saya kepada-Nya, dan membuat saya panik?
Oswald Chambers


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: