Posted by: gpia | July 10, 2009

PERNYATAAN KEBENARAN

PERNYATAAN KEBENARAN
“Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka…, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia” Yohanes 2:24-25

Pernyataan kebenaran berarti tidak ada lagi konsep yang keliru, kesan yang palsu dan penilaian yang salah dalam kehidupan; itu berarti bebas dari semua tipuan ini. Meskipun demikian, pengalaman kita mengenai pernyataan kebenaran dapat mengakibatkan sikap sinis dan suka mencela orang lain. Akan tetapi, pernyataan kebenaran yang berasal dari Allah memampukan kita melihat orang-orang sebagaimana adanya, tanpa sikap sinis atau kecaman sengit. Banyak hal dalam kehidupan yang menimbulkan luka, duka atau nyeri terbesar bersumber pada kenyataan bahwa kita menderita oleh khayalan kita sendiri. Kita tidak mempercayai sesama kita berdasarkan kenyataan, dengan melihat satu sama lain seadanya; kita justru meyakini gagasan kita yang keliru tentang sesama kita. Menurut pemikiran kita, segala sesuatu itu menyenangkan dan baik, atau jahat dan buruk.
Menolak untuk menerima pernyataan kebenaran merupakan penyebab penderitaan hidup manusia. Dan beginilah penderitaan itu terjadi – jika kita mengasihi seseorang, tetapi tidak mengasihi Allah, kita menuntut kesempurnaan dan kebenaran penuh dari orang itu, dan bila kita tidak mendapatkannya maka kita menjadi kejam dan ingin membalas dendam; namun kita menuntut dari seorang manusia sesuatu yang mungkin tidak dapat diberikannya. Hanya ada satu Pribadi yang dapat memuaskan sepenuhnya sampai kepada kedalaman hati manusia yang terluka, dan Tokoh itu ialah Tuhan Yesus Kristus. Tuhan tidak suka berkompromi dengan setiap hubungan manusiawi karena Dia tahu bahwa setiap hubungan yang tidak dilandasi kesetiaan kepada diri-Nya akan berakhir dengan bencana. Tuhan tidak mempercayai siapa pun, dan tidak pernah menaruh iman-Nya pada manusia, namun Dia tidak pernah bersikap curiga atau kesal. Keyakinan Tuhan kepada Allah, dan kepada kemampuan anugerah Allah bagi setiap orang, sedemikian sempurnanya sehingga Dia tidak pernah putus asa, tidak pernah melepaskan harapan kepada siapa pun. Jika kepercayaan kita diletakkan kepada manusia, maka kita akan merasa putus asa terhadap setiap orang.
Oswald Chambers


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: