Posted by: gpia | April 27, 2009

BUKTIKAN DULU DONG!

Senin, 27 April 2009
BUKTIKAN DULU DONG!
Tetapi Tomas berkata kepada mereka, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya … sekali-kali aku tidak akan percaya” (Yohanes 20:25)
Ratu Victoria dari Inggris suka berjalan-jalan di pedesaan dengan menyamar sebagai orang biasa. Sementara berjalan, ia selalu diikuti oleh pelayannya dari jauh. Suatu kali ia bertemu dengan sekawanan domba yang digembalakan seorang anak kecil. Melihat sang ratu di tengah jalan, anak itu berteriak, “Hei, minggir kamu, dasar perempuan goblok!” Ratu Victoria hanya tersenyum, tidak berkata apa-apa. Ketika pelayannya muncul, ia menjelaskan pada anak itu bahwa perempuan yang diteriakinya tadi adalah ratu Inggris. “Ah, masa?” kata anak itu, “Harusnya ia pakai baju kayak ratu dong.”
Tomas tidak langsung percaya pada cerita murid-murid lain bahwa mereka sudah melihat Yesus yang bangkit. Meskipun ia mengenal mereka sebagai orang-orang yang jujur, ia tidak menerima begitu saja kesaksian mereka. Mirip dengan sikap bocah gembala tadi, ia menuntut Yesus membuktikan kebangkitan-Nya kepadanya.
Yesus tidak meninggalkan Tomas dalam keraguannya. Dia mendatangi Tomas dan mengulurkan bukti yang dimintanya. Tidak diceritakan apakah Tomas benar-benar mencucukkan jarinya ke dalam bekas paku di tangan Yesus. Yang jelas, keyakinannya pulih. Ia berseru bahwa Yesus adalah “Tuhanku dan Allahku!” (ayat 28).
Ketika melewati lembah keraguan iman, kita dapat mengikuti jejak Tomas. Ia tetap setia kepada Tuhan dan tidak menjauh dari komunitas para murid. Ia tidak mengeraskan hati, tetapi menantikan jawaban atas keraguan itu. Dan Yesus tidak mengecewakan harapannya. Keraguan, dengan demikian, pada akhirnya malah dapat semakin menguatkan iman kita –ARS
LAWAN DARI IMAN BUKANLAH KERAGUAN LAWAN DARI IMAN ADALAH KETAKUTAN
Yohanes 20:24-29
24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”
26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”
27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”
28 Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”
29 Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Sumber: Renungan Harian Januari 2009, Yayasan Gloria, Yogyakarta


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: