Posted by: gpia | February 17, 2009

Apa Kata Dunia?

Selasa, 17 Februari 2009
“APA KATA DUNIA?”

Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kelaliman (Matius 23:28)

Sebagian besar dari kita mengenal nama Naga Bonar. Dia adalah tokoh utama film Naga Bonar (1987) dan Naga Bonar (Jadi) 2 (2007). Satu frase terkenal yang sering diucapkannya adalah, “Apa kata dunia?” Frase ini mencerminkan salah satu sikap dari kebanyakan orang Indonesia, yaitu sangat memedulikan pendapat dan impresi orang lain.

Ada kebaikan, tetapi ada juga keburukan dari sikap semacam ini. Salah satu kebaikannya, hal ini menimbulkan kontrol masyarakat terhadap moralitas. Namun, salah satu keburukannya adalah kemungkinan munculnya kemunafikan seperti dalam bacaan hari ini.

Ahli Taurat dan orang Farisi adalah tokoh-tokoh masyarakat pada zaman itu, yang berusaha untuk menjaga citra mereka sebaik mungkin. Namun akibatnya, mereka lebih memedulikan pendapat orang daripada pendapat Allah yang sesungguhnya paling berhak menilai hidup mereka. Mereka lupa mengurusi hati dan pribadi mereka. Mereka menjadi seperti piring yang bersih di luarnya, tetapi dalamnya tidak. Atau, seperti kuburan yang tampak indah di luarnya, tetapi berisi tulang belulang dan kotoran di dalamnya.

Terkadang kita juga seperti itu; lebih memikirkan apa pendapat orang daripada pendapat Allah. Akibatnya di gereja kita terlihat saleh, tetapi di luar kita bejat secara moral. Atau, kita menghalalkan segala cara untuk meraih keberhasilan demi dipuji orang. Atau, di hadapan orang banyak kita terlihat bijaksana, tetapi di rumah sendiri kita adalah orang yang kasar. Hari ini kita ditegur untuk tidak hanya mengurusi pendapat orang lain, tetapi terutama memikirkan pendapat Allah –ALS

JANGAN TANYA, “APA KATA DUNIA?” MELAINKAN, “APA KATA ALLAH?”

Matius 23:25-28
25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.
27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.
28 Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.
Sumber: Renungan Harian Januari 2009, Yayasan Gloria, Yogyakarta


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: