Posted by: gpia | February 5, 2009

1=0

Kamis, 05 Februari 2009
1=0

Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” (Markus 6:38)

Semua orang tahu bahwa 1 (satu) tidak sama dengan 0 (nol). Satu berarti ada sesuatu. Sedangkan nol artinya tidak ada sama sekali. Namun sadarkah kita bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap bersikap bahwa 1=0? Kita menganggap saat kita hanya memiliki sedikit barang, itu sama artinya dengan tidak punya apa-apa.

Dalam bacaan hari ini, murid-murid Yesus juga bersikap 1=0. Ketika itu Yesus mengajar ribuan orang, dan hari sudah mulai malam. Murid-murid menyarankan agar Yesus menyuruh mereka mencari makan sendiri. Di sisi lain, daripada mengambil jalan yang mudah dan umum (menyuruh orang banyak itu mencari makan sendiri), Yesus justru ingin murid-murid-Nya belajar sesuatu dari kesulitan itu. Murid-murid Yesus memprotes ketika Dia menyuruh mereka memberi makan orang banyak itu. Di tengah protes mereka, Yesus bertanya, “Berapa banyak roti yang ada padamu?” Yesus tidak bertanya, “Berapa banyak yang mereka butuh?” atau “Berapa harga roti?” Dia berkata, “Cobalah periksa!” Mereka menemukan 5 roti dan 2 ikan. Dari yang sedikit itu Tuhan menjadikannya berlimpah, bahkan bersisa.

Ketika kesulitan menghadang dan kita merasa hanya sedikit yang kita punya, janganlah takut atau tawar hati. Apabila ada 1, itu tidak sama dengan 0. Ingatlah kata Yesus, “Berapa banyak yang ada padamu?” Tuhan tidak bertanya berapa banyak yang dipunyai tetanggamu. “Cobalah periksa!” Mari kita periksa, apa yang kita punya. Kita akan terkejut menyadari bahwa Tuhan memberi kita cukup, bahkan lebih, untuk menyelesaikan kesulitan kita. Jika kita memberikan semuanya kepada Kristus, Dia akan melakukan lebih dari yang bisa kita bayangkan –GS

BERSAMA YESUS YANG SEDIKIT SELALU CUKUP!

Markus 6:35-44
35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
36 Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.”
37 Tetapi jawab-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya: “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?”
38 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.”
39 Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.
40 Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
41 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia
menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
42 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
43 Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.
44 Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

Sumber: Renungan Harian Januari 2009, Yayasan Gloria, Yogyakarta


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: