Posted by: gpia | February 4, 2009

SALAH SIAPA?

Rabu, 04 Februari 2009

SALAH SIAPA?

Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat (Efesus 5:15,16)

Sejak dulu manusia selalu punya angan-angan menciptakan mesin waktu. Seperti yang tergambar di komik dan film-film fantasi. Untuk apa? Ya, agar waktu bisa kita atur dan putar sekehendak hati untuk berkunjung ke masa lampau atau melongok ke masa depan. Angan-angan yang tak kunjung kesampaian. Sebab Tuhan memang menciptakan manusia dalam “perangkap” keterbatasan waktu.

Masa lalu tinggal kenangan. Masa depan masih berupa harapan. Satu-satunya kenyataan adalah sekarang. Saran bijaksana si pengkhotbah adalah agar kita menikmati dan menjalani apa yang ada di depan mata dengan sepenuh hati. “Nikmatilah hidup” dan “kerjakanlah itu dengan sekuat tenaga”. Sebab tiap-tiap saat punya momentumnya. Untuk segala sesuatu ada waktunya (Pengkhotbah 3:1). Paulus juga menasihatkan hal serupa. Waktu kita terbatas. Tak dapat dipercepat atau diperlambat. Tak ada kompromi. Tak dapat diulang atau dihindari. Segalanya harus dihadapi pada saatnya. Jadi, “pergunakanlah waktu yang ada”. Rebutlah setiap kesempatan yang ada untuk mendapat dan juga memberikan yang terbaik.

Manusia suka hidup tidak pada saatnya. Saatnya kerja malah tidur. Saatnya tidur justru begadang. Saat muda bermalas-malas. Saat tua tinggal sesal. Saat anak-anak butuh perhatian, orangtua lalai. Saat orangtua ingin akrab, anak-anak justru lebih memilih pergi bersama teman. Saat teduh diabaikan, ketika kesibukan melanda mengeluh tak ada waktu bagi Tuhan. Kala diminta melayani Dia, mulut menggerutu. Saat rindu melayani, tubuh sudah renta. Namun semua itu terjadi, salah siapa? –PAD

SEGALA SESUATU INDAH PADA WAKTUNYA SETIAP KESEMPATAN IALAH ANUGERAH YANG TAKKAN TERULANG

Pengkhotbah 9:7-10
7 Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu.
8 Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
9 Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.
10 Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.

Sumber: Renungan Harian Januari 2009, Yayasan Gloria, Yogyakarta


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: