Posted by: gpia | January 23, 2009

BERKUASA ATAS TUBUH

Bacaan: 1 Korintus 6:12-20
12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.
13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.
14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.
15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!
16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.”
17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.
18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.
19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Renungan
BERKUASA ATAS TUBUH

Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1 Korintus 6:20)

Jessica Biel adalah salah satu aktris Hollywood yang berpendapat bahwa aborsi itu bersifat pribadi. “Setiap orang punya kekuasaan penuh atas tubuhnya sendiri. Tidak ada seorang pun yang bisa memaksa kita melakukan sesuatu (aborsi) atas tubuh kita sendiri,” katanya. Kita tak hendak membahas tentang aborsi. Namun, mari cermati alasan yang disampaikan Jessica. Benarkah kita bebas berbuat apa saja atas tubuh kita?

Bila direnungkan lebih jauh, kita akan menemukan banyak contoh bahwa ternyata kita juga rentan tergelincir ke dalam sikap serupa. Kita memang tidak mendukung aborsi, tidak berzinah, tidak menyentuh rokok, alkohol, atau narkoba. Namun, bagaimana dengan perut yang mulai membuncit karena pola makan yang tidak teratur? Bagaimana dengan kemalasan berolahraga? Bagaimana pula dengan kebiasaan menonton film sampai larut malam hingga esoknya kita terlambat bangun dan membuat pekerjaan terbengkalai? Saat kita bersikap sembrono atau memperlakukan tubuh dengan sesuka hati, itu berarti kita tidak berkuasa atas tubuh yang Tuhan karuniakan.

Paulus menegaskan bahwa tubuh kita bukan milik kita sendiri. Kita tidak berhak menyalahgunakan atau menelantarkannya. Tubuh kita adalah milik Allah, dan kita diberi kepercayaan untuk merawatnya agar dapat digunakan untuk melayani Dia. Seperti perkakas di tangan tukang, tubuh kita disiapkan untuk melakukan pekerjaan-Nya.

Ketika becermin, kita dapat bertanya: Apakah saya merawat tubuh ini dengan baik sehingga dapat menjadi “alat” yang efektif di tangan-Nya? Apakah tubuh saya cukup bugar untuk berkarya bagi-Nya? –ARS

TUBUH ANDA ADALAH PERKAKAS ALLAH; PELIHARALAH. TUBUH ANDA ADALAH BAIT ALLAH; HORMATILAH-Max Lucado

Sumber: Renungan Harian Januari 2009, Yayasan Gloria, Yogyakarta


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: