Posted by: gpia | January 20, 2009

Selasa, 20 Januari 2009

Selasa, 20 Januari 2009

Bacaan: 2 Korintus 9:6-15

6. Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

9 Seperti ada tertulis: “Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.”

10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;

11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.

12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.

13 Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang,

14 sedangkan di dalam doa mereka, mereka juga merindukan kamu oleh karena kasih karunia Allah yang melimpah di atas kamu.

15 Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan

Renungan:

SEKANTUNG UANG JATUH

Nats: Perhatikanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga (2 Korintus 9:6)

Sekantung besar uang jatuh-benar-benar jatuh-ke pangkuan Damian, bocah berumur delapan tahun. Karena menganggap uang itu dikirim oleh Tuhan, Damian, yang akrab dengan sejarah para santo, berupaya menggunakan uang itu untuk memberkati sesama, terutama menolong orang-orang miskin. Anthony, kakaknya yang berusia sepuluh tahun, menganggap uang itu sekadar sebagai durian runtuh; suatu keberuntungan yang tak terduga. Ia hanya ingin berfoya-foya dengan uang itu, antara lain dengan menawar apartemen dan membayar sejumlah anak nakal di sekolah untuk menjadi pelindungnya.

Perbedaan sikap kakak adik itu menjadi benang merah film Millions karya Danny Boyle. Film itu dengan jujur memperlihatkan bahwa mempergunakan uang secara murah hati tak jarang malah lebih pelik daripada menghambur-hamburkannya secara tidak bertanggung jawab. Bukankah memang demikian tantangan yang kita hadapi?

Kalau kita meneliti Alkitab, akan jelas bahwa Tuhan tidak menghendaki kita menghambur-hamburkan uang. Dia juga tidak mau kita menimbun harta dan mengandalkan banyaknya kekayaan sebagai penopang rasa aman. Yang satu menunjukkan kesembronoan, yang lain mengisyaratkan ketamakan dan penyembahan berhala.

Alkitab-sebaliknya-justru lebih banyak berbicara tentang perlunya membagikan kekayaan kita dengan mereka yang kurang beruntung. Tuhan mau kita belajar mengembangkan kedermawanan. Seperti dikatakan John Wesley, “Dapatkan uang sebanyak-banyaknya, tabunglah sebanyak-banyaknya, berikan sebanyak-banyaknya” –ARS

SEMAKIN BESAR JUMLAH UANG YANG KITA TERIMA SEMAKIN BESAR TANGGUNG JAWAB UNTUK MEMAKAINYA DENGAN BIJAK

Sumber: Renungan Harian Januari 2009, Yayasan Gloria, Yogyakarta


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: