Posted by: gpia | August 25, 2008

Pelayanan Tulus Tanpa Pamrih

“Tuhan, kiranya pelayanan yang aku lakukan berkenan di hatiMu dan orang-orang yang aku layani. Kiranya pelayanan ini bisa menjadi persembahan yang harum di hadapanMu dan menjadi berkat bagi orang yang aku layani. Kuatkan dan teguhkan diriku supaya aku tetap bisa melakukan pelayanan ini dengan sukacita, kerendahan hati, sepenuh dan setulus hatiku bagi kemuliaan namaMu.” ~ Doa Seorang Aktifis

Ada beberapa pihak mengajak dan memotivasi seseorang untuk ikut dalam pelayanan di gereja dengan ajakan “Ayo ikut pelayanan, nanti Anda akan diberkati Tuhan berlipat kali ganda.” Di mana maksud dari “diberkati Tuhan” di kalimat tersebut secara umum adalah “akan memperoleh berkat materi duniawi”.

Melayani adalah mengerjakan sesuatu agar orang lain terbantu dan bahagia oleh hasilnya. Posisi orang yang melayani selalu di bawah orang yang dilayani. Hukum marketing yang mengatakan “Pelanggan adalah raja! Pelanggan selalu benar!” seringkali terjadi di dunia pelayanan. Melayani adalah berkorban, mengorbankan harga diri, waktu dan harta.

Manusia melayani, Tuhan menurunkan berkat. Tetapi melayani yang seperti apa? Pelayanan yang tulus dengan motivasi memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki. Pelayanan yang dilakukan untuk kemuliaan nama Tuhan, bukan kemegahan diri sendiri. Dengan tulus berarti dengan kerelaan tanpa berharap adanya imbalan. Apakah kemudian Tuhan menurunkan berkat atau tidak itu adalah urusan Tuhan. Tuhan punya perhitungan yang sangat customize untuk urusan berkat. Standar perhitungan Tuhan berbeda dengan standar perhitungan manusia. Dan perlu diingat juga adalah hak Tuhan untuk menerima atau menolak pelayanan seorang manusia.

Pelayanan yang didasari oleh motivasi ingin ‘diberkati’ seringkali berujung kepada kekecewaan. Hal ini terjadi karena seseorang tidak memperoleh pemahamam dan pengajaran yang benar tentang pelayanan. Akibatnya banyak individu yang melayani melakukan pelayananannya seperti bekerja di perusahaan, kerjakan tugas dan gajian di akhir bulan. Pelayanan yang dilakukan sesuai dengan etos kerja yang dianut yang bersangkutan. Ada yang disiplin, workalkholic, yang sering bolos dan yang suka cari muka kepada atasan. Bisa dibayangkan bagaimana hasil pelayanannya kalau etos pelayanan sama dengan etos kerjanya. Sementara ketika ‘gaji’ yang diharapkan tidak diperoleh, muncullah kekecewaan. Dan yang menyedihkan, seringkali juga yang menjadi sasaran kekecewaaan biasanya justru Tuhan sendiri.

Memahami dengan benar arti melayani adalah hal yang wajib dilakukan sebelum memulai sebuah pelayanan. Sebuah fundamental yang benar akan memperkokoh pelayanan yang dbangun di atasnya. Ada sebuah ayat yang seringkali dipahami secara keliru dan dipakai untuk memotivasi seseorang untuk melayani yaitu Matius 6:33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Tidak ada yang salah dengan ayat ini. Yang sering terjadi adalah kita salah mengartikan maksud dari ayat tersebut terutama mengenai “Kerajaan Allah”. Rasul Paulus, seorang pelayan yang banyak menulis surat kepada jemaat mula-mula untuk meneruskan dan menyebarkan ajaran Kristus, pada masa awal pelayanannya mengatakan di Roma 14:17-19:

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia. Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.

(otnimus)


Responses

  1. Good article!
    Setuju bos, yang penting motivasi melayani BUKAN CARI BERKAT.
    Nanti kalo dirasa berkatnya sudah “cukup”,
    malah mundur dari pelayanan/ malas.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: