“Tetapi jauhilah takhyul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.” 1 Timotius 4:7
Dara atlit yang berlari dalam maraton dua puluh enam mil biasanya telah berlatih selama bertahun-tahun. Begitu pula mereka yang berlari dalam lari arak dekat enam puluh meter. Dalam konfrontasi-konfrontasi yang lebih penting Lseperti melawan godaan—apakah kita boleh tidak sesiap itu, melarikan diri? Di dalam buku The Practice of Godliness, Jerry Bridges menulis,
Saat mendorong Timotius untuk melatih dirinya beribadah di dalam 1 Timotius 4:7, Paulus meminjam istilah dari dunia atletik. Kata kerja yang diterjemahkan secara beragam di dalam versi-versi Alkitab yang berbeda-beda sebagai “latihan,” “disiplin,” atau “melatih” sebenarnya menunjuk pada pelatihan atlit-adit muda…
Paulus berkata, “Latihlah dirimu agar menjadi saleh.” Anda dan saya bertanggung jawab untuk melatih diri kita. Kita bergantung kepada Allah agar dimampukan secara ilahi, tetapi kita tetap bertanggung jawab; dalam proses ini kita tidak boleh bersikap pasif. Tujuan kita di dalam proses ini adalah kesalehan —bukannya kecakapan dalam melayani—melainkan devosi yang terpusat pada Allah dan karakter yang menyerupai Allah.
Melatih kesalehan menuntut komitmen, pelayanan pengajaran Roh Kudus melalui Firman-Nya, dan latihan di pihak kita. Apakah kita siap untuk menerima tanggung jawab kita dan membuat komitmen? Saat kita merenungkan pertanyaan ini, marilah kita ingat bahwa “ibadah itu berguna dalam segala hal, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang” dan “ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar” (1 Tim 4:8; 6:6).
Siapa, kuatkanlah aku dengan kekuatan-Mu untuk melatih diriku di dalam kesalehan. Aku berjanji untuk hidup menurut jalan-Mu.
Charles Stanley
Dilatih di Dalam Kesalehan
Posted in Artikel
Tata Ibadah Minggu, 04 Oktober 2009
PANGGILAN IBADAH:
“Mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNYA kepada mereka yang bersungguh-sungguh hati terhadap DIA.” (II Tawarikh 16:9A)
PEMBACAAN ALKITAB: MAZMUR 18
P : Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucian tanganku di depan mata-Nya. (25)
W :TERHADAP ORANG YANG SETIA ENGKAU BERLAKU SETIA, TERHADAP ORANG YANG TIDAK BERCELA ENGKAU BERLAKU TIDAK BERCELA,(26)
P : terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit, (27)
W : KARENA ENGKAULAH YANG MEMBUAT PELITAKU BERCAHAYA; TUHAN, ALLAHKU, MENYINARI KEGELAPANKU. (29)
BERITA ANUGERAH: MAZMUR 126:3 & 5
Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
TUNTUNAN HIDUP BARU: ROMA 12:12
Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa !
LAGU-LAGU PUJIAN
PERNIAGAAN
1. BAGIMU YA TUHAN
Oh dengan apa harus ku berikan kepadaMU
Tanda terima kasih buat kasihMu kepada diriku
Nyanyian ribuan malaikat tak dapat meluluskannya
Segala yang kumiliki kudapat dariMU
BagiMu ya Tuhan segala pujian, BagiMu ya Tuhan buat kasih sayangMU
Dengan darahMu aku ditebus, Dengan kuasaMu kuditinggikan
BagiMu ya uhan sbab kasihMu besar………….
Oh Pakailah hidupku tuk memasyurkan kasihMu
Selalu kubritakankorbanMu di kalvary
To God be the glory 3X for the things He has Done
And with His blood He has save me,And with His pow’r Gas has raised me
To God be the glory… for the things He has done
2. ADA GERAKAN ROH ALLAH (G)
Ada gerakan ROH ALLAH di sini 2x
Di timur, di barat, utara dan selatan
Ada gerakan ROH ALLAH di sini
Ada gerakan ROH ALLAH di sini 2X
Dihidup, dijiwa, dalam Roh dihatiku….
Hosana 4x Terpujilah TUHAN 3x
Yang datang dalam nama YESUS!!!
3. ANGGUR BARU (F)
ROH KUDUS tercurah di tempat ini
UrapanNYA yang ajaib memulihkan umatNYA
ROH KUDUS tercurah bagi g’rejaNYA
Membangkitkan umat pilihanNYA
Hari inilah harinya TUHAN saat pembebasan tiba
Belenggu dosa t’lah dipatahkan
Mari bersorak bagi DIA, Hei!
Anggur baru tercurah penuhi umatNYA
Dengan sukacita, ha…ha…ha…!
Minyak baru tercurah urapi umatNYA nyata kuasaNYA
4. YESUS POKOK
YESUS pokok kita carangNYA
Tinggallah di dalamNYA oooh 3x pasti kau berbuah
YESUS cintaku kucinta Kau, DIA cinta kita semua
Tinggallah di dalamNYA oooh…3x pasti kau berbuah
5. DI BAWAH KEPAK SAYAPMU (F)
Aku ingin selalu berada di hadiratMU
Aku ingin selalu berlindung dalam naunganMU
Di bawah kepak sayapMU, KAU bawaku terbang tinggi
Melintasi langit biru, bagaikan rajawali
Bagai Rajawali, melintas gunung tinggi
Bagai Rajawali, melintasi badai hidup
Di bawah kepak sayapMU KAU bawaku terbang tinggi
Melintasi langit biru, bagaikan Rajawali
6. S’PERTI RUSA (C)
S’perti rusa rindu sungaiMU, jiwaku rindu ENGKAU
KAUlah TUHAN hasrat hatiku kurindu menyembahMU
ENGKAU Kekuatan dan Perisaiku, KepadaMU aku berserah
KAUlah TUHAN hasrat hatiku, Kurindu menyembahMU
YESUS, YESUS, KAU berarti bagiku…
YESUS, YESUS, KAU segalanya bagiku…
7. DARAHMU YESUS (D)
Sukacitaku penuh, ‘ku bermazmur bagiMU
Kar’na ‘ku tahu, ‘ku t’lah ditebus oleh curahan DarahMU
Ku menari bagimu, ‘ku memuji namaMU
Kar’na ‘ku tahu, ‘ku berkemenangan oleh curahan DarahMU
DarahMU YESUS, sucikan daku
DarahMU YESUS, bebaskanku
DarahMU YESUS, ubahkan daku kudijadikan baru
TAMAN DUTA MAS
1. HOW GREAT IS OUR GOD
Kemegahan Raja, dalam kemuliaan, Bumipun bersuka, bumipun bersuka
Dia datang dalam t’rang, keglapanpun sirna, UmatNya bersujud mendengar suaraNya
Besar Allahku, nyanyikan Besar Allahku, S’lamanya besar dan ajaib TuhanKu
How Great is our God, Sing with me how great is our God
Always see how great, How great is our God
2. KORBAN PUJIAN
Kita masuk tahta suciNya, membawa korban pujian
Yang kudus berkenan dihadapanNya, sebagai persembahan
Ini hatiku pakai hidupku Tuhan
S’mua kuserahkan di Altar kudusMU
Tiada lebih indah berdiam di AltarMu
Nikmati hadirMU Tuhan ……..
3. KU DIB’RI KUASA
‘Ku dib’ri kuasa dari Raja Mulia
Menaklukkan musuh di bawah kakiku
Kupakai kuasa dari Raja mulia
Bila Allah ada bersamaku siapa jadi lawanku
Sungguh besar Kau Tuhanku Engkau perisai hidupku
Kuberdiri dengan iman, iman dalam Yesus Tuhan
Kau yang memb’ri kemenangan
kubersorak merayakan, Terpujilah Engkau Raja s’gala raja
4. BESARLAH TUHAN (F)
Besarlah TUHAN dan layak di puji
Besarlah namaNYA, kekallah kuasaNYA
Aman berlindung dalam naunganNYA
DIA ALLAH bagi kita di pihak kita
Terpujilah TUHAN, terbukti kuasaNYA
DIA t’lah menunjukkan kasihNYA pada kita
S’bab TUHAN t’lah bangkit, menyayangi kita
Terpujilah TUHAN, terpuji namaNYA
YESUS ALLAH Perkasa
5. SAMPAI
Semua harta di dalam dunia
Semua takhta yang dapat tergapai
Takkan bisa menggantikan kasih Bapa
Semua karya t’lah terlukiskan
Semua nada yang telah terdengar
Takkan bisa menyaingi cintaMU
Sampai habis bumi berlalu
Sampai siang malam menyatu
Kan kupuja dan kusembah Engkau ya Bapaku
Sampai namaMu ditinggikan
Disetiap hati dan bangsa
Kasih sayangMu dan setiaMu ‘kan menyertaiku
6. KAMI PERLU KAU TUHAN
Kemanakah kami mencari kasih sejati
Kemanakah kami berseru saat badai datang menderu
Yang kami tahu hanya Kau yang mampu
Pulihkan s’gala sesuatu
Kami perlukan keajaibanMu
Kami butuhkan sentuhan tanganMu
Kami tak dapat jalan sendiri
Kami perlu Kau Tuhan
PERSEMBAHAN SYUKUR : 7. MENYENANGKANMU (G)
TUHAN ‘ku mau menyenangkanMU
TUHAN bentuklah hati ini
Jadi bejana untuk hormatMU cemerlang bagai emas murni
TUHAN kuserahkan hatiku semua kuberikan padaMU
Kuduskan hingga tulus selalu agar aku menyenangkanMU
MenyenangkanMU senangkanMU hanya itu kerinduanku (2x)
NYANYIAN AKHIR IBADAH: 8. KUPERCAYA AKAN DIA (D)
Kupercaya akan DIA s’panjang jalanku
Kus’rahkan hidupku ini dalam tanganNYA
Walau apapun kualami setiap hari
Kupercaya akan DIA tak pernah gagal
Yaitu YESUS yang amat setia….
Tak ‘kan berakhir cinta kasihNYA
Walau apapun kualami setiap hari
Kupercaya akan DIA tak pernah gagal
Posted in Tata Ibadah
Bahan-Bahan Bangunan
Bahan-bahan Bangunan
Bekas bahan-bahan bangunan yang kami bongkar dari rumah yang sedang kami renovasi kini telah menggunung, bertumpuk tinggi siap untuk dibakar. Saya menyalakan korek api dan segera angin menghembuskan nyala api itu menjadi lidah-lidah raksasa. Terpaksa saya harus mundur beberapa meter. Api itu menjilat tinggi ke udara dan suhunya begitu panas, sehingga genangan air di sekitarnya pun terasa panas. Setelah menyaksikan adegan yang dahsyat itu, saya meninggalkan tempat itu dan pulang ke rumah.
Keesokan harinya saya kembali ke tempat itu, dan saya hampir-hampir tidak bisa percaya melihat apa yang ada di depan saya. Dari seluruh bahan bangunan yang menggunung kemarin yang tingginya hampir separuh rumah, yang tersisa hanyalah beberapa genggam abu. Dengan sebatang tongkat saya mengorek-ngorek gundukan abu yang tersisa. Ternyata hanya ada beberapa potong logam dan sedikit batu-batu kecil. Yang lainnya telah lenyap.
Suatu perubahan besar telah terjadi. Bahan-bahan bangunan itu tidak ada lagi, sebab bahan-bahan itu tidak mampu bertahan terhadap api.
Saya berdiri di sana dan bertanya kepada diri sendiri, jenis bahan bangunan apakah yang selama ini saya pakai untuk membangun kerajaan Allah, apakah tahan terhadap nyala api? Dapatkah Tuhan mengarahkan panas api-Nya terhadap bangunan yang saya dirikan, tanpa menimbulkan kerusakan?
Saya teringat akan sebuah ayat di dalam Alkitab, yaitu 1 Korintus 3:12-13. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan tampak, karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan tampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
Tuhan tolonglah aku agar tidak membangun dasar imanku dari bahan jerami, kayu atau rumput kering, melainkan dari bahan-bahan bangunan logam mulia dan batu-batuan keras, yang bisa bertahan terhadap ujian nyala api.
Rudi Lack
Posted in Artikel
Tuhan dari Kesulitan Anda
Tuhan dari Kesulitan Anda
“Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak” Mazmur 32:7
Pada hari dan waktu ini, kesukaran agaknya mengelilingi kita di segala bidang. Jika bukan kemerosotan ekonomi, kegagalan usaha, pernikahan berantakan atau buruknya kesehatan. Namun di tengah semua masalah yang tampaknya membuat kita kewalahan, Tuhan telah berjanji untuk membebaskan kita.
Jika Anda ingin agar Tuhan menjadi Tuhan dari kesulitan Anda, maka Anda harus mengizinkan Dia menjadi Tuhan dari hati Anda. Tuhan menghormati orang yang menghormati-Nya. Jika Anda menghadapi masalah, jangan mulai berteriak-teriak dan memohon-mohon Dia untuk menyelamatkan Anda dari masalah itu. Hormatilah Dia dengan merenungkan firman-Nya dan mdakukan hal yang diperintahkan-Nya.
Mazmur 34 merupakan tempat yang untuk untuk memulainya. Di situ dinyatakan, misalnya, untuk mencari Tuhan (ayat 5). Pada saat Anda mencari Dia, Dia akan membebaskan Anda dari hal-hal yang mengancam Anda.
Kedua, mazmur itu menyuruh Anda berseru kepada Tuhan. Dia akan menyelamatkan Anda dari SEMUA kesesakan Anda (ayat 7).
Selanjutnya, Anda diberi tahu agar takut akan Tuhan. Ayat 12-15 menerangkan dengan tepat cara Anda melakukannya: Menjaga lidah agar tidak berbicara jahat dan tipuan; menjauhi kejahatan dan melakukan kebaikan; mencari perdamaian dan berusaha keras untuk mendapatkannya. Ingatlah, jika Anda menginginkan Tuhan menjadi Tuhan dari kesulitan Anda maka izinkanlah Dia menjadi Tuhan dari hati Anda. Bila Anda melakukan hal itu, seluruh surga akan melibatkan diri dalam pembebasan Anda dan kemenangan Anda akan terjamin.
Gloria
Posted in Artikel, Renungan Harian
Pintu yang Mana?
Pintu masuk menuju rumah besar milik tuan tanah itu sungguh menarik perhatian saya, dan saya merasa bangga setiap kali saya membawa tamu dengan mobil melewati rumah itu. Padang rumputnya dipangkas rapi, sementara bunga-bunga bermekaran pada kedua sisi tangga menuju pintu utama. Kesan pertama begitu penting. Tuhan memberikan kepada kami—sebagai sebuah lembaga misi—kompleks perumahan yang indah dengan gedung besar kuno itu sebagai pusatnya. Pemerintah telah menyatakan gedung itu sebagai salah satu cagar budaya nasional. Tamu-tamu kami pasti akan berdecak kagum setiap kali menunjukkan kepada mereka gedung itu, yang bercat putih bersih dikelilingi pepohonan tua sementara pemandangan mengarah ke danau indah.
Saya senang membawa para tamu dengan cara ini agar mereka bisa melihat segala sesuatu dari segi yang baik lebih dahulu. Namun ada pula beberapa pengunjung yang datang menurut caranya sendiri. Mereka mengendarai mobilnya menaiki bukit lalu berputar melewati bagian belakang gedung. Dari situ mereka mengambil jalan pintas melalui pintu belakang dan sudah berada di gang masuk ketika saya datang untuk menyambut mereka.
Mereka telah memilih jalan masuk dari belakang yang kurang menarik pemandangannya, karena harus melalui WC dan gudang tua. Tetapi apa hendak dikata, mereka sudah tiba di sini meskipun perasaan saya sama sekali tidak enak. Saya merasa malu sebab tidak dapat memberikan kesan yang baik.
Namun hal ini mengingatkan saya kepada Yesus. Dia dilahirkan bukan di kota metropolitan Roma, melainkan di sebuah kandang di kota kecil Betlehem. Dan sebagian besar masa hidup-Nya dihabiskan-Nya di kawasan yang berbeda dengan kawasan yang kita kehendaki. Kita mendambakan agar Dia melewati pintu utama yang megah, di mana kita bisa mengatur segalanya dengan leluasa. Tetapi jalan pikiran kita tidak sama dengan jalan pikiran Tuhan. Tuhan lebih suka mendatangi kita lewat pintu belakang.
Apabila Dia datang, sambutlah Dia, sekalipun Dia masuk lewat pintu belakang. Dia ingin memberikan yang terbaik bagi Anda. Dia datang untuk mendampingi Anda sebagai sahabat. Karena itu sambutlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya, sebab Dia tahu jalan masuk yang paling baik bagi Anda.
Tuhan, Engkaulah tuanku dan Engkau memiliki hak penuh atas hidupku. Karena itu masuklah melalui pintu mana saja yang Kaupilih, sekalipun pintu itu tampak buruk bagiku. Tetapi aku yakin bahwa jalan itu dapat menolongku untuk menjadi seperti-Mu.
Rudi Lack
Posted in Artikel
Laporan Saksi Mata
Laporan Saksi Mata
Yohanes Pembaptis, hamba Tuhan yang perkasa hidup merana dalam penjara. la telah suksek memberitakan kedatangan Kristus. Ribuan orang telah menerima pemberitaannya dan memberi diri dibaptis di sungai Yordan. Bila kita diminta untuk menyebutkan seorang penginjil yang paling berhasil, maka Yohanes Pembaptis pasti akan menjadi favorit kita. la bahkan telah membaptiskan Yesus, dan Roh Tuhan telah menyertainya sejak ia masih ada dalam kandungan ibunya.
Namun kejadian selanjutnya ternyata di luar dugaan Hamba Tuhan ini ditangkap oleh pihak penguasa dan dijebloskan ke dalam penjara. Tidak ada lagi kerumunan orang, tidak ada lagi pemberitaan Injil. Di manakah tanda-tanda dan mujizat itu sekarang?
Bukankah Sang Juruselamat yang diberitakan Yohanes Pembaptis diharapkan akan membebaskan umat-Nya dari kuk penindasan bangsa Romawi? Kerajaan Tuhan harus datang untuk mengukuhkan bangsa Yahudi sebagai suatu kekuatan dunia. Mengapa Yesus tidak melakukan hal itu? Kenyataannya peristiwa berlangsung tidak seperti yang diharapkan.
Perlahan namun pasti keraguan mulai merayap ke dalam pikiran Yohanes Pembaptis, bak uap air yang datang merembes masuk ke dalam lubang penjara bawah tanah Mungkin saja Yesus itu bukan Juruselamat, pikirnya. Saat Yohanes tersiksa oleh keraguan ini, ia perlu memeroleh jawaban yang cepat dan tepat.
Maka ia mengutus murid-muridnya kepada Yesus untuk bertanya, “Benarkah Engkau Mesias itu ataukah kami harus menunggu seorang Juruselamat yang lain?” Jawaban yang diterima oleh murid-murid Yohanes memberikan dampak pemulihan yang luar biasa bagi Yohanes. Yesus tidak menghakimi Yohanes, misalnya: “Yohanes, mengapa kau bimbang? Mana semangatmu yang dulu? Seperti itukah sikap seorang hamba Tuhan yang sejak rahim ibunya telah dipenuhi oleh Roh Kudus?” Tidak. Yesus hanya memberikan laporan saksi mata, “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku” (Matius 11:4-6).
Berita tentang karya Tuhan yang ajaib ini menghapus rasa bimbang di hati Yohanes. Mendengar berita kerajaan Allah yang disebarkan di mana-mana disertai dengan tanda-tanda dan mujizat, adalah hal yang paling dibutuhkan Yohanes di tengah kekacauan pikiran dan keputusasaannya
Mungkin saat ini Anda pun sedang putus asa, iman Anda sedang merosot, bahkan sampai pada titik kritis. Adakah obat yang dapat memulihkan kembali semangat yang sudah pudar? Sama halnya dengan yang dialami Yohanes, Anda memerlukan laporan saksi mata tentang apa yang sedang dikerjakan Tuhan di dunia saat ini.
Ambillah beberapa majalah penginjilan dan bacalah bagaimana Tuhan sedang bekerja saat ini. Hubungilah seorang misionaris yang baru saja kembali dari pelayanan di ladang Tuhan, dan mintalah dia untuk bersaksi. Hal ini akan mengubah pandangan hidup Anda dan memulihkan semangat Anda.
Tolonglah aku Tuhan agar bisa mendengar berita kesukaan pada saat aku Putus asa, supaya apabila aku bertemu dengan orang lain yang sedang putus asa, aku dapat memberikan laporan saksi mata terkini tentang karya-Mu kepada mereka, sehingga mereka dapat memuji dan membesarkan nama-Mu.
Rudi Lack
Posted in Renungan Harian
Perbudakan Dosa
Perbudakan Dosa
“Aku sesat seperti domba yang hilang, carilah hamba-Mu ini, sebab perintah-perintah-Mu tidak kulupakan.” Mazmur 119:176
Hampir setiap orang yang pernah secara fisik kecanduan sesuatu akan mengatakan pada Anda bahwa semua itu dimulai dari langkah kecil yang tampaknya tidak berdosa—hanya satu kecap atau satu keteledoran sesaat. Lalu pengalaman itu berangsur-angsur mengambil alih pikiran dan keinginan serta tubuhnya, sampai kecanduan itu menguasai perhatiannya siang malam tanpa henti.
Mungkin ini pernah Anda alami atau mungkin masih. Dan kecanduan secara fisik bukanlah satu-satunya jebakan yang menguasai; setiap jenis dosa atau keinginan yang salah dapat membawa pada perbudakan emosional dan spiritual. Yang begitu membawa kehancuran sehubungan dengan belenggu dosa adalah bahwa dosa itu pada mulanya maju secara perlahan-lahan, memberikan Anda kesempatan untuk merasionalisasikan dan membenarkan apa yang Anda anggap sebagai kebutuhan Anda. Saat Anda memahami apa yang sedang terjadi, masalah Anda telah berkembang menjadi lebih serius.
Raja Daud mengalami proses ini di dalam hidupnya ketika ia berdosa dengan Batsyeba, suatu pelanggaran yang dimulai ketika ia melihatnya sedang mandi di atap rumahnya (2 Sam 11). Ketika ia sadar betapa ia telah berdosa, ia segera bertobat, mengakui dosanya kepada Allah, dan merasakan kasih karunia Allah yang baru. Daud memahami benar bagaimana dosa bekerja. Ia berdoa:
Teguhkanlah langkahku oleh janji-Mu, Dan janganlah segala kejahatan berkuasa atasku. Bebaskanlah aku daripada pemerasan manusia, Supaya aku berpegang pada titah-titah-Mu. (Mazmur 119:133-34).
Arahkanlah langkahku dengan Firman-Mu, dan jangan biarkan kejahatan berkuasa atasku. Bebaskanlah aku dari penindasan manusia supaya aku berpegang pada titah-titah-Mu.
Charles Stanley
Posted in Artikel
PERNYATAAN KEBENARAN
PERNYATAAN KEBENARAN
“Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka…, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia” Yohanes 2:24-25
Pernyataan kebenaran berarti tidak ada lagi konsep yang keliru, kesan yang palsu dan penilaian yang salah dalam kehidupan; itu berarti bebas dari semua tipuan ini. Meskipun demikian, pengalaman kita mengenai pernyataan kebenaran dapat mengakibatkan sikap sinis dan suka mencela orang lain. Akan tetapi, pernyataan kebenaran yang berasal dari Allah memampukan kita melihat orang-orang sebagaimana adanya, tanpa sikap sinis atau kecaman sengit. Banyak hal dalam kehidupan yang menimbulkan luka, duka atau nyeri terbesar bersumber pada kenyataan bahwa kita menderita oleh khayalan kita sendiri. Kita tidak mempercayai sesama kita berdasarkan kenyataan, dengan melihat satu sama lain seadanya; kita justru meyakini gagasan kita yang keliru tentang sesama kita. Menurut pemikiran kita, segala sesuatu itu menyenangkan dan baik, atau jahat dan buruk.
Menolak untuk menerima pernyataan kebenaran merupakan penyebab penderitaan hidup manusia. Dan beginilah penderitaan itu terjadi – jika kita mengasihi seseorang, tetapi tidak mengasihi Allah, kita menuntut kesempurnaan dan kebenaran penuh dari orang itu, dan bila kita tidak mendapatkannya maka kita menjadi kejam dan ingin membalas dendam; namun kita menuntut dari seorang manusia sesuatu yang mungkin tidak dapat diberikannya. Hanya ada satu Pribadi yang dapat memuaskan sepenuhnya sampai kepada kedalaman hati manusia yang terluka, dan Tokoh itu ialah Tuhan Yesus Kristus. Tuhan tidak suka berkompromi dengan setiap hubungan manusiawi karena Dia tahu bahwa setiap hubungan yang tidak dilandasi kesetiaan kepada diri-Nya akan berakhir dengan bencana. Tuhan tidak mempercayai siapa pun, dan tidak pernah menaruh iman-Nya pada manusia, namun Dia tidak pernah bersikap curiga atau kesal. Keyakinan Tuhan kepada Allah, dan kepada kemampuan anugerah Allah bagi setiap orang, sedemikian sempurnanya sehingga Dia tidak pernah putus asa, tidak pernah melepaskan harapan kepada siapa pun. Jika kepercayaan kita diletakkan kepada manusia, maka kita akan merasa putus asa terhadap setiap orang.
Oswald Chambers
Posted in Artikel
Siaplah Selalu
Siaplah Selalu
“Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.” Yesaya 43:19
Jika Anda berpikir menemui kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan dalam bidang pekerjaan Anda, pertimbangkanlah ahli bedah laparoskopi. Karena sasaran utama dari kedokteran Barat modern adalah mengoreksi suatu persoalan dengan cara yang tidak menyebar, dan dengan waktu rawat di rumah sakit yang sesingkat mungkin, dokter-dokter ini terpaksa mempelajari teknik-teknik baru dalam waktu semalam.
Solusinya? Sesuatu yang disebut “boot camp” bagi para dokter. Itu adalah temuan James C. Rooser, Jr., direktur bedah endolaparoskopi di Yale University School of Medicine.
Dalam laparoskopi, peralatan bedah serta kamera dapat dimasukkan ke dalam tubuh lewat sayatan yang lebih kecil dari biasanya. Para ahli bedah dapat melihat peralatan di sebuah monitor TV, dan harus membedah sambil mengamati layar serta memegang peralatannya dengan erat. Di boot camp, para ahli bedah meningkatkan keterampilan penting ini dengan memainkan permainan-permainan yang banyak menghabiskan energi.
Dalam “Siam Dunk”, tangan yang tidak dominan harus menggunakan sepasang penjepit yang dipasang pada sebuah tongkat — ujung dasarnya tersembunyi di sebuah kotak — untuk memungut semacam kacang polong bermata hitam. Sambil mengamati layarnya, sang ahli bedah menggunakan sebuah pegangan di ujung atas dari tongkat itu untuk mengendalikan penjepitnya dan menjatuhkan masing-masing kacang polong itu ke dalam sebuah lubang kecil.
Permainan lain yang sama sulitnya juga menekankan pada penggunaan tangan yang tidak dominan, dan memfokuskan pada pembangunan kepercayaan diri, sebagai lawan dari kesombongan yang tak terkendali, di ruang operasi.
Dalam soal menguasai suatu keterampilan baru dalam pekerjaan Anda, adalah penting bahwa Anda terus terbuka terhadap gagasan-gagasan baru dan cara-cara baru untuk mengerjakan segalanya. Terkadang tidak percuma menghentikan apa yang sedang Anda kerjakan dan menguasai suatu keterampilan baru.
Selama waktu doa Anda hari ini, mintalah agar Tuhan menunjukkan sesuatu yang baru kepada Anda!
Coffee Break with God
Posted in Artikel
INVESTASI DI MASA DEPAN
RABU, 29 APRIL 2009
INVESTASI DI MASA DEPAN
Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya (Maleakhi 3:18)
Suatu hari, tanpa sengaja saya mematahkan sebuah bangku milik sekolah. Lalu saya berinisiatif untuk melaporkan hal itu kepada seorang guru. Sebenarnya saya punya kesempatan untuk tidak melapor, karena tidak ada seorang pun yang tahu saat bangku itu patah. Namun, karena ingin berlaku jujur, saya secara sportif melaporkannya. Pada waktu saya melaporkan kejadian tersebut, terjadilah hal yang tidak saya harapkan. Saya terkena semprot kemarahan guru saya. Hati saya sangat dongkol saat itu. Berbuat jujur, tetapi malah tidak mujur. “Huh … percuma saya jujur, tahu gini mendingan tidak usah lapor.”
Kadang-kadang kita merasa bahwa berbuat baik itu tidak ada gunanya. Bahkan yang lebih menguntungkan justru jika kita berbuat hal yang tidak baik. Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa hal tersebut bisa saja terjadi dalam hidup kita. Kita bisa memandang bahwa menjadi orang fasik lebih enak dibandingkan menjadi orang yang takut akan Tuhan. Akan tetapi, semuanya akan benar-benar teruji pada hari ketika Tuhan mengadakan penghakiman. Nabi Maleakhi menyatakan bahwa pada hari tersebut orang-orang fasik yang tampak “beruntung” selama masa hidupnya akan seperti jerami yang habis terbakar dalam murka Allah. Sedangkan orang-orang yang takut akan Tuhan akan keluar dengan sorak- sorai dan kegirangan (ayat 1,2).
Ternyata berbuat hal yang baik di dalam Tuhan itu tidak akan percuma. Walaupun kelihatannya “rugi’, hal itu sesungguhnya adalah “investasi” kita untuk hari penghakiman kelak. Pada hari terakhir, semuanya akan terbukti –RY
JANGAN PERNAH MERASA “RUGI” BERBUAT BAIK KARENA ITU AKAN MENGUNTUNGKAN KITA PADA MASA MENDATANG
Maleakhi 4:1-6
1 Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.
2 Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.
3 Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam.
4 Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum.
5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.
6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.
Sumber: Renungan Harian 2009, Yayasan Gloria, Yogyakarta
Posted in Renungan Harian