Jaring Laba-laba
“Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih beskr daripada penderitaan kami.” 2 Korintus 4:17
Tumbuh di pertanian merupakan sebuah petualangan besar bagi saya. Saudara-saudara perempuan saya dan saya senang melompat dari kasau-kasau gudang, membuat benteng-benteng dari jerami, dan merangkak masuk ke dalam tempat penyimpaian bahan makanan. Saya menaiki tangga menuju loteng jerami, melalui jaring laba-laba yang tebal, yang bergantung seperti permen kapas yang terentang dari satu tempat ke tempat lain.
Laba-laba itu tidak mengganggu saya, jadi saya terus naik menembus jaring laba-laba itu. Jaring-jaring yang tipis melekat pada tubuh saya, tetapi saya tertawa—dengan sekali kibasan tangan, jaring-jaring itu lepas.
Seseorang pernah berkata, “Tuhan, tolong kami mengibaskan permasalahan yang mengikat kami seperti rantai, seperti mengibaskan jaring laba-laba.” Oh, betapa seringnya kita merasa terikat dengan permasalahan-permasalahan kita. Tidakkah akan lebih baik jika kita dapat menganggap semua pencobaan kita sama ringannya dan sama sementaranya seperti jaring laba-laba? Tentu saja kita dapat! Permasalahan apa pun yang membebani kita—keraguan atau kecemasan, rasa tidak aman atau rasa takut—bukanlah rantai yang mengikat kita. Semuanya itu seringan bulu bila dibandingkan dengan kemuliaan yang akan datang. Dengan sebuah kibasan doa dan pujian yang keluar dari hati seorang anak maka Allah dapat memutuskan jaring laba-laba mana pun yang berusaha mengikat kita.
Tuhan yang mengatasi segalanya, aku hampir tidak dapat memahami kemuliaan abadi yang menantiku di sorga. Tolong aku untuk mengerti bahwa permasalahanku di dunia ini benar-benar ringan dan bersifat sementara. Buatlah aku mengetahui bahwa semua itu dapat memberikan upah yang besar bagiku serta kemuliaan dan hormat bagi Anak-Mu. Beri aku hati seorang anak dan tolong aku untuk dapat mengibaskan permasalahan yang sering kali terasa seperti rantai yang mengikat sama seperti aku mengibaskan jaring laba-laba.
Joni Eareckson Tada
Posted by: gpia | June 23, 2011
Renungkanlah Firman
Posted in Artikel
Recent Comments