Posted by: gpia | December 26, 2012

Merry Christmas & Happy New Year 2013

The Masters plan 2012

Posted by: gpia | September 6, 2012

Renungan Hari Ini

Jalan Hidup
Kehidupan yang semakin modern, apalagi di kota-kota besar, membuat orang kian sibuk tak alang kepalang. Orang-orang yang kurang berpunya sibuk bergulat dan berjuang untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidup dari hari ke hari: makan, pakaian, uang sekolah anak-anak, dan kontrak rumah. Sibuk!
Namun, jangan menyangka bahwa yang te¬lah berpunya lalu boleh bersantai-santai. Mereka pun sibuk luar biasa. Sibuk, untuk lebih berpunya lagi. Untuk menjadi lebih besar, mencapai lebih tinggi, dan mempunyai lebih banyak. Sibuk!
Begitu sibuknya, sehingga orang menjadi terlalu sibuk untuk sempat berhenti dan merenung: untuk apa sebenarnya semua kesibukan itu? Kesibukan-kesibukan yang tanpa henti itu, apakah ia sekadar untuk hidup? Atau untuk mencapai sesuatu yang lebih mulia dan lebih bermakna daripada sekadar hidup?
Namun, apakah hidup itu sesungguhnya? Apakah hidup itu ibarat mobil dan kita adalah sopirnya? Sepenuhnya berada di bawah kontrol dan kendali kita. Tergantung pada kita akan kita bawa ke mana?
Ataukah hidup itu adalah laksana mesin raksasa, dan kita ini cuma salah satu sekrupnya? Tak punya kuasa apa-apa atas hidup kita sendiri?
Dan bila kita memang tak punya kuasa apa-apa atas hidup ini, lantas siapakah yang empunya kuasa? Apakah yang berkuasa itu adalah yang kita sebut “nasib”. Bahwa setiap orang telah tertentu “nasib”nya, seperti tampak pada guratan di telapak tangannya? Bahwa si A akan pendek umurnya, karena begitulah guratan usianya? Tetapi si B akan selalu mujur, karena daun telinganya lebar dan ujungnya tertekuk ke dalam?
Benarkah nasib kita ditentukan peredaran bintang-bintang? Sebab itu, C yang berbintang Scorpio sebaiknya jangan memilih D yang berbintang Virgo, sebab pasti tak akan cocok?
Ataukah sebenarnya hidup manusia itu memang tak punya arah, karena tak ada yang mengarahkan? Bahwa semua yang terjadi itu cuma kebetulan-kebetulan, dan kita pun dipontang-pantingkan seperti sabut kelapa di tengah samudera?
Iman kristiani mengatakan bahwa ada yang menguasai dan mengendalikan kehidupan. Oleh karena itu, hidup manusia sesungguhnya tidak seperti sabut kelapa, tetapi seperti kapal yang mempunyai nahkoda. Kapten atau nahkoda kehidupan manusia itu adalah Allah. Tak satu pun kapal berlayar di luar kuasa kendali Sang Nahkoda itu.
Termasuk Raja Cyrus, atau Koresy. Ia memang tak mengenal Allah. Tetapi Alkitab mengatakan, Allah mengenal dia. “Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau. Sekalipun engkau tidak mengenal aku.” Cyrus pasti mempunyai rencana dan ambisi-ambisinya sendiri. Namun Alkitab mengatakan, bahwa Allah, Sang Nahkoda, juga mempunyai rencana untuk dia. “Aku telah mempersenjatai engkau sekalipun engkau tidak mengenal Aku” (bandingkan dengan Yesaya 45:6).
“Sekalipun engkau tidak mengenal Aku,” begitu beberapa kali dikatakan. Sebabnya ialah karena manusia acap kali tidak mengetahui dan tidak menyadari apa rencana Allah atas dirinya. Daud, yang sedang menggembalakan domba-dombanya, pasti tidak menyadari bahwa Allah menetapkan dia untuk menjadi raja. Elisa, seorang petani yang sedang membajak ladangnya, pasti tak mengetahui bahwa Allah memanggil dia sebagai nabi. Kita pun, di tengah kesibukan dan profesi kita, acap kali tak kunjung mengetahui dengan pasti, apakah memang ini yang Dia kehendaki.
Namun demikian, pengetahuan atau kesadaran kita memang tak pernah menentukan. Kita tahu atau tidak tahu, kita sadar atau tidak sadar, Allah punya rencana atas setiap kehidupan kita.
Persoalannya sekarang, bila kita tak mengetahuinya, lalu apa yang mesti kita kerjakan? Dua hal hendak saya kemukakan.
Pertama, kita mungkin tak mengetahui kehendak Allah yang khusus terhadap orang per orang. Namun, kita toh mengetahui apa kehendak Allah yang umum dan yang berlaku bagi setiap orang dan semua orang. Yaitu, Allah menghendaki keadilan dan kesejahteraan bagi semua orang.
Itu berarti bahwa sekalipun kita tak mengetahui dengan persis apa rencana khusus Allah untuk satu per satu kita, tapi satu per satu kita dituntut untuk mengarahkan dan menyesuaikan kehidupan kita dengan rencana dan kehendak Allah yang umum itu: Mengusahakan keadilan dan kesejahteraan bagi sebanyak mungkin orang. Sebab apa pun rencana khusus Allah itu, apakah
Dia mau supaya kita menjadi menteri atau petani, pendeta atau pengusaha, ibu rumah tangga atau tukang becak, masing-masing peran itu mesti kita laksanakan dan arahkan sesuai dengan rencana umum Allah: Bertindak adil dan mendatangkan sejahtera bagi sesama. Kita tidak tahu persis apa yang Dia kehendaki secara khusus bagi satu per satu kita, tetapi kita tahu persis apa yang tidak Dia kehendaki, yaitu berlaku tidak adil dan merugikan kesejahteraan sesama.
Apakah godaan dan bahaya itu ada? Sayang sekali, jawabnya adalah “ya”. Bayangkanlah bintang-bintang di langit, entah berapa miliar jumlahnya. Semuanya serba bergerak. Mengapa tak terjadi tabrakan? Sebab masing-masing bintang mengikut alur dan jalur yang telah ditetapkan Allah. Melanggar alur itu, akan berarti bencana. Bencana bagi bintang itu sendiri dan bagi yang lain-lain juga.
Sayang sekali, bintang-bintang itu jauh lebih patuh daripada manusia. Manusia mempunyai kemungkinan (bahkan kecenderungan) untuk keluar jalur. Dan memang itulah sebabnya mengapa hidupnya tak pernah bebas dari bencana dan malapetaka.
Kedua, betapa sering kita tidak dapat mengetahui apa yang direncanakan Allah sebelumnya.
Acap kali kita baru mengetahui sesudahnya. Dan betapa sering rencana Tuhan atas kita begitu bertolak belakang dengan rencana kita. Siapa dapat mengatakan bahwa Paulus telah merencanakan menjadi seorang pengabar Injil sejak awalnya?
Rencana Tuhan atas kita tak selalu yang paling enak dan paling ideal menurut ukuran kita.
Namun, betapa pun tak enaknya, bila kita memang yakin bahwa itulah jalan yang mesti kita tempuh, lebih baik ia kita patuhi dan ikuti. Sebab sekali Dia menyatakan kehendak-Nya kepada kita, kita tak punya lagi kemungkinan untuk melarikan diri. Yunus pernah diutus ke Niniwe, tetapi lari ke Tarsis. Akhirnya, melalui pengalaman-pengalaman yang amat dramatis, toh Tuhan membawanya kembali ke Niniwe.
Yesus memberi teladan yang indah mengenai ini. Dia mengetahui apa rencana Tuhan atas diri-Nya. Dia mesti melalui jalan salib. Dia sama sekali tak menyukainya. Namun demikian, Dia tidak melawannya. Dengan taat Dia memasukinya. Bahkan memuliakan Allah di sana.
“Sekarang jiwa-Ku terharu, dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini. Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Yohanes 12:27, 28
Eka Darmaputera
Kenapa Sih Gue Nggak Cakep?
“Emang bener, dia kok lebih cakep dari gue. Kenapa sih gue jelek banget? Kenapa sih dia lebih keren”!
Merasa puas dengan penampilan sendiri memang tidak mudah. Ada saja hal yang kita anggap jelek, mulai dari rambut, hidung, dagu, dan seterusnya. Kita sering membandingkan diri dengan orang lain. Hasilnya malah membuat hati semakin panas: rambut si Ani lebih lebat, hidung si Beti lebih mancung dan bibir si Cupi lebih mengundang.
Sebenarnya bagus atau jeleknya penampilan fisik bersifat relatif. Apa yang bagus menurut kita belum tentu bagus menurut orang lain, dan sebaliknya. Nona-nona di sini senang memakai krim pemutih supaya kulit sawo matang berubah menjadi putih atau kuning langsat. Padahal nona-nona di Eropa yang kulitnya putih justru sengaja berjemur dan menggosok tubuh dengan lotion supaya berwarna sawo matang. Di sini wanita takut kegemukan, padahal di kepulauan Pasifik wanita justru saling berlomba untuk menjadi lebih gemuk. Kita ingin gigi tampak putih, padahal di pedalaman Afrika orang sengaja mengunyah akar-akar tertentu supaya gigi menjadi kuning. Yang berambut hitam ingin pirang, yang pirang ingin hitam. Yang pendek ingin jangkung, yang jangkung ingin pendek. Repot!
Bukan hanya dalam hal penampilan fisik kita susah merasa puas, namun juga dalam hal lain. Kita gampang iri: dia lebih populer, dia lebih kaya, dia lebih pandai, dan seterusnya. Akibatnya kita kurang menyukai diri kita. Lama-lama kita mulai membenci diri kita. Kita gelisah terhadap diri sendiri. Kita tidak berdamai dengan diri sendiri. Kalau sudah begitu, bagaimana bisa berdamai dengan orang lain?
Kembali ke penampilan fisik. Seratus orang mempunyai 100 wajah berbeda. Apa jadinya kalau semua wajah sama dan serupa, rata bagaikan tapak setrika? Tiap wajah adalah unik. Unik berarti tersendiri dalam bentuk atau corak sehingga tidak ada ukuran tunggal untuk menentukan bagus atau jelek. Itu berarti bahwa tiap individu mempunyai kebagusan dan kejelekannya sendiri. Tiap individu adalah karya tangan Tuhan yang unik. Karena itu, apa pun rupa penampilan fisik kita, tiap individu berharga di mata Tuhan dan dicintai oleh Tuhan. Mazmur 139:13-14 mengaku:
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; Ajaib apa yang Kaubuat dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Kita dibentuk dan ditenun oleh Tuhan secara mengagumkan. Kalau begitu, bukankah kita juga patut mengagumi dan menerima diri kita sehingga kita merasa damai dengan diri kita?
Apakah berdamai dengan diri sendiri berarti menerima diri secara pasif tanpa keinginan membuat perubahan? Bukan! Kita perlu bertumbuh dan berubah, tentunya ke arah yang bersifat memperbaiki.
Jadi, silakan memperbaiki penampilan fisik jika dibutuhkan. Kalau wajah bisa lebih cerah, mengapa tidak? Rawatlah wajah. Bersihkan pakai cleansing lotion. Lalu gunakan toner. Lalu olesi moisterizer. Kemudian pakai foundation. Sesudah itu baru pakai bedak. Tuh, jadi keren! Yang berikut rawatlah mata. Mata berkerut perlu eye cream. Lalu pakai eye shadow. Tipis-tipis saja, sebab kalau terlalu tebal kelihatannya seperti mata bengkak yang kena tonjok. Kemudian pakai eye liner. Kalau bulu mata belum tampak panjang dan lentik, pakailah mascara. Sekarang alis. Alis juga perlu diperbaiki bentuknya. Pakai eye brow brush. Lalu pakai eye brow pentil. Berikutnya pipi. Pipi diolesi blush on supaya tampak segar. Bibir juga perlu dirawat. Mulailah dengan lip gloss. Lalu pakai lip liner. Sesudah itu baru ambil lip stick. Eh, kok saya jadi genit ngomongin yang ginian?
Berikut adalah tentang tubuh. Menghargai tubuh sebagai ciptaan Tuhan berarti bahwa kita harus menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Ini menyangkut banyak urusan, yang pasti memantau berat badan. Menurut dokter rumus berat badan orang dewasa yang dianjurkan adalah sebagai berikut: tinggi badan – 100 = Y – (10% dari Y] = Z kg. Contoh untuk orang yang tingginya 160 cm adalah: 160 – 100 = 60 -(10% dari 60) = 54 kg. Jarang ada orang dewasa yang bisa konsisten dengan rumus itu, sehingga perbedaan beberapa kilogram masih dinilai wajar, asal saja tidak terlalu over-weight.
Dalam hal ini kita diminta bijak mengatur komposisi dan kombinasi unsur protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin dan air. Maksudnya supaya pola makan kita bijak, mencegah kita menjadi terlalu kurus atau terlalu gemuk.
Soal bagus atau jeleknya adalah relatif. Yang penting kita memelihara diri. Yang lebih penting lagi kita berpikir positif tentang citra diri. Sebuah amsal berbunyi: “Seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia” (Ams. 23:7-a). Artinya: kita ada sebagaimana kita duga. Kalau tiap hari cemberut dan keki karena merasa jelek, akhirnya kita jadi betul-betul jelek. Sebaliknya, kalau tiap hari tersenyum dan happy karena merasa cakep, lama-lama kita jadi betul-betul cakep. Jelek atau cakep bergantung dari citra diri kita sendiri.
Karena itu sebetulnya tiap orang adalah cakep. Kesimpulan: kuning langsat cakep, sawo matang juga cakep. Rambut keriting ayu, rambut lurus juga ayu. Kutilang Darat cantik, Gepe juga cantik. Eh, apaan ‘tuh artinya? Kutilang Darat itu Kurus Tinggi Langsing Dada Rata. Gepe itu Gede Perut, Gede Pinggul, Gede Paha.
Andar Ismail

Posted by: gpia | August 30, 2012

Thanksgiving

Sandra masuk ke dalam toko bunga dengan langkah berat. Ia sedang mengalami hal berat dalam kehidupannya. Ketika ia sedang hamil empat bulan pada kehamilannya yang kedua, sebuah kecelakaan mobil merengut nyawa janinnya.

Pada minggu “Thanksgiving” ini, ia mungkin akan melahirkan seorang putra jika kecelakaan itu tidak terjadi. Ia sangat sedih, benar-benar terpukul atas kejadian itu. Tetapi sepertinya, kejadian itu belum cukup, perusahaan di mana tempat suaminya bekerja, menugaskan suaminya untuk bekerja di bagian cabang. Kemudian, adik perempuannya, yang ketika masa liburan tiba selalu mengunjunginya, menghubunginya karena ia tidak dapat berkunjung pada liburan kali ini.

Kemudian teman Sandra menasehati Sandra dengan mengatakan bahwa segala kedukaan yang ia alami adalah jalan Tuhan untuk mendewasakannya sehingga ia dapat bersikap lebih tenggang rasa terhadap penderitaan orang lain. “Ia tidak tahu apa yang aku rasakan,” pikir Sandra dengan lirih.

Thanksgiving?

Berterima kasih untuk apa? pikirnya. Untuk supir truk yang ceroboh, yang menyerempet mobilnya dengan sangat keras? Untuk kantong udara penyelamat mobil yang menyelamatkan hidupnya, tetapi mengambil hidup bayinya?

“Selamat siang, bisa saya bantu?” secara tiba-tiba ia berhenti dari lamunannya.

“Aku… aku membutuhkan persiapan untuk thanksgiving,” jawab Sandra dengan gagap.

“Untuk Thanksgiving? Apakah kamu ingin suatu hal yang indah, tetapi sederhana, ataukah kamu ingin menghadirkan situasi yang berbeda seperti pilihan pelanggan di sini, yang kusebut sebagai ‘Thanksgiving istimewa?’ tanya penjaga toko.

“Aku yakin bunga-bunga itu menceritakan sesuatu dalam kehidupanmu,” lanjutnya. “Apakah kamu mencari sesuatu yang bisa menyampaikan rasa terima kasihmu pada hari Thanksgiving ini?”

“Tidak juga!” celetuk Sandra. “Dalam lima bulan terakhir ini, semuanya yang bisa menjadi buruk benar-benar menjadi buruk.”

Sandra menyesali ucapannya tadi, dan sangat terkejut ketika penjaga toko itu berkata, “Aku telah mempersiapkan sesuatu untukmu di hari Thanksgiving ini.”

Pada saat itu, bel pintu toko berbunyi, dan penjaga toko menyalami seorang pelanggan yang baru saja masuk. “Hai, Barbara… tunggu sebentar yah, aku ambilkan pesananmu.” Penjaga toko itu masuk ke dalam, menuju ruang kerjanya, kemudian muncul kembali sambil membawa berbagai macam persiapan untuk Thanksgiving, seperti tanaman hijau, pita-pita, dan tangkai bunga mawar duri yang panjang. Anehnya, hanya tangkainya saja, tidak ada bunganya.

“Mau dimasukkan ke dalam kotak?” tanya penjaga toko.

Sandra mengamati reaksi pelanggan itu. Apakah ini hanya lelucon? Siapa yang mau tangkai mawar tanpa bunganya! Ia menunggu seseorang tertawa, tetapi wanita itu tidak tertawa.

“Iya, Tolong yah,” jawab Barbara dengan tersenyum.

“Aku kira setelah tiga tahun mengalami Thanksgiving yang istimewa, aku tidak akan tersentuh dengan nilai dari Thanksgiving ini, tetapi aku bisa merasakannya di sini,” ia berkata sambil menyentuh dadanya. Dan ia pergi dengan pesanannya.

“Uh,” gumam Sandra, “wanita itu telah pergi dengan, uh… ia telah pergi tanpa bunga!”

“Baiklah,” kata penjaga toko, “Aku akan memotong bunga itu. Itulah Thanksgiving istimewa. Aku menyebutnya sebagai ‘Karangan Bunga Berduri Thanksgiving’.”

“Ayolah, kau tidak bisa menyebutkan siapa yang bersedia membayar untuk tangkai bunga seperti itu!” seru Sandra.

“Barbara datang ke toko ini tiga tahun yang lalu dengan perasaan sama seperti yang kau alami sekarang ini,” si penjaga toko menjelaskan. “Ia berpikir tidak perlu banyak berterima kasih kepada Tuhan. Ia telah kehilangan ayahnya karena penyakit kanker, bisnis keluarganya juga sedang buruk, putranya terlibat dalam masalah obat-obatan, dan ia tengah menghadapi operasi pembedahan yang sangat serius.”

“Pada tahun yang sama, aku kehilangan suamiku,” lanjut si penjaga toko, “dan untuk pertama kalinya dalam kehidupanku, aku menghabiskan liburan sendirian. Aku tidak memiliki anak, suami, kerabat dekat, dan memiliki banyak utang.”

“Jadi apa yang kau lakukan?” tanya Sandra.

“Aku belajar untuk berterima kasih atas segala penderitaanku,” jawab penjaga toko itu dengan pelan. “Dulu aku selalu bersyukur kepada Tuhan atas segala hal yang baik dalam kehidupanku dan tidak pernah mempertanyakan mengapa hal yang terbaik terjadi kepadaku. Tetapi, ketika hal yang buruk menimpaku, aku mempertanyakan berbagai pertanyaan kepada Tuhan, aku menyalahkan Tuhan, aku marah kepada Tuhan! Aku membutuhkan waktu lama untuk mengerti dan mempelajari bahwa saat-saat sulit dan menderita sangatlah penting. Saat kita menderita itulah, kita memperoleh kekuatan. Aku selalu terlena dengan ‘bunga kehidupanku, tetapi ternyata duri kehidupankulah yang memperlihatkan kepadaku keindahan dari kerahiman Tuhan. Kau tahu, dalam alkitab tertulis bahwa Tuhan selalu menghibur kita ketika kita menderita, Tuhan memberikan kepada kita kekuatan, dan dari penghiburanNya lah kita belajar untuk menghibur orang lain.”

Sandra mulai berpikir tentang perkataan temannya yang mencoba untuk memberitahukan kepadanya. “Aku rasa yang benar adalah aku tidak perlu dihibur. Aku telah kehilangan bayiku dan aku marah terhadap Tuhan.”

Pada saat itu juga seseorang masuk ke dalam toko. “Hey, Phil!” teriak penjaga toko kepada seorang pria botak bertubuh gemuk.

“Istriku memintaku untuk mengambil pesanan Thanksgiving istimewa… dua belas tangkai duri!” canda Phil ketika si penjaga toko menyerahkan sebuah bungkusan persiapan Thanksgiving.

“Semuanya itu adalah untuk istrimu?” tanya Sandra ragu. “Apakah kau keberatan jika aku bertanya mengapa ia menginginkan sesuatu seperti itu pada hari Thanksgiving?”

“Tidak… bahkan aku sangat senang kau bertanya,” jawab Phil. “Empat tahun lalu, aku dan istriku hampir bercerai. Setelah empat puluh tahun, kami berada dalam keadaan yang kacau, tetapi dengan kasih Tuhan dan bimbinganNya, kami berhasil mengatasi masalah demi masalah. Tuhan telah menyelamatkan pernikahan kami. Jenny di sinilah (sang penjaga toko) yang mengatakan kepadaku bahwa ia menyimpan vas bunga yang berisikan tangkai bunga mawar untuk mengingatkan kepadanya apa yang ia pelajari dari saat-saat ‘berduri’ dalam kehidupannya, dan itu sangatlah menjelaskanku. Aku membawa beberapa tangkai bunga mawar ke rumah. Lalu aku dan istriku memutuskan untuk menamai setiap tangkai bunga dengan masalah yang kami hadapi, kami berusaha untuk mengerti maksud dari masalah itu, dan ternyata duri-duri yang kami alami itu benar-benar memberikan kekuatan kepada kami, kami berterima kasih kepada Tuhan atas pelajaran dari masalah itu.”

Setelah Phil membayar penjaga toko itu, ia berkata kepada Sandra, “Aku sangat menyarankan agar kau mengambil yang ‘istimewa’”

“Aku tidak mengetahui apakah aku bisa bersyukur atas duri kehidupanku,” kata Sandra. “Semua duri itu masih sangatlah…. baru.”

“Baiklah,” jawab penjaga toko itu dengan hati-hati, “pengalamanku telah menunjukkan kepadaku bahwa duri dalam kehidupan kita telah membuat bunga-bunga kehidupan kita lebih berharga. Kita menyimpan anugerah Tuhan lebih baik selama kita berada dalam masalah dibandingkan dengan saat-saat lain. Ingat, karena mahkota duri yang Yesus kenakanlah sehingga kita dapat mengalami kasihNya. Jangan menyesali duri-duri kehidupanmu. Duri-duri kehidupanmu itulah yang membentukmu dan memberimu kekuatan.”

Air mata mengalir deras di pipi Sandra. Untuk pertama kalinya sejak kecelakaan itu, ia menghilangkan duka dan penyesalannya. “Aku akan mengambil dua belas tangkai bunga berduri, tolong yah….” ia berkata sambil terisak-isak.

“Baiklah, aku akan menyiapkan mereka dalam beberapa menit,” jawab penjaga toko itu dengan ramah.

“Terima kasih. Berapa semua biayanya?”

“Tidak ada. Tidak ada, yang ada hanya suatu janji bahwa kau akan mengijinkan Tuhan untuk menyembuhkan hatimu. Biarkan aku membelikanmu barang persiapan untuk Thanksgiving tahun pertamamu.” penjaga toko itu tersenyum dan menyerahkan sebuah kartu kepada Sandra. “Aku selipkan kartu ini dalam barang-barang persiapan Thanksgiving, tetapi mungkin kau ingin membacanya terlebih dahulu.”

Di dalam kartu itu tertulis : “Tuhanku, aku belum pernah bersyukur kepadaMu untuk semua duriku. Aku berterima kasih kepadaMu atas segala bunga kehidupan yang kuterima, tetapi belum pernah sekalipun aku berterima kasih untuk penderitaanku. Ajarilah aku untuk menanggung beban salibku dengan tabah, ajarilah aku untuk menghargai nilai yang terkandung dari setiap penderitaan atau duri yang kuhadapi. Tunjukkanlah kepadaku, bahwa lewat jalan yang sulit menderita, dan jalan yang penuh dengan kerikil, setiap hari aku semakin bertambah dekat denganMu. Tunjukkanlah kepadaku, ya Tuhan, lewat air mataku, warna pelangiMu yang sangat indah.”

Pujilah nama-Nya untuk segala bunga kehidupanmu, berterima kasihlah kepadaNya untuk semua duri yang kau peroleh!

Posted by: gpia | July 5, 2012

Tata Ibadah Minggu, 8 Juli 2012

<strong>TATA IBADAH GPIA DUTA MAS – MINGGU, 08 JULI 2012</strong>
1 . SETIAP JAM
Ya Tuhan tiap jam ‘ku memerlukan-Mu,Engkaulah yang memb’ri sejahtera penuh
Setiap jam ya Tuhan, Dikau kuperlu,Kudatang Juruselamat berkatilah

PEMBACAAN ALKITAB:             M A T I U S   6
P :     Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata : Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami  minum? Apakah yang akan kami pakai? (31)
W :    SEMUA ITU DICARI BANGSA-BANGSA YANG TIDAK MENGENAL ALLAH. AKAN TETAPI BAPAMU YANG DISORGA TAHU, BAHWA KAMU MEMERLUKAN SEMUANYA ITU. (32)
P :    Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (33)
W : SEBAB ITU JANGANLAH KAMU KUATIR AKAN HARI BESOK, KARENA HARI BESOK MEMPUNYAI KESUSAHANNYA SENDIRI. KESUSAHAN SEHARI CUKUPLAH UNTUK SEHARI. (34)

2. Besar Allahku, nyanyikan besar Allahku..    S’lamanya besar dan ajaib Tuhanku
    How Great is our God,Sing with me how great is our God
Always see how great, How great is our God

3. KAU RAJAKU
Dimuliakan ditinggikan, Yesus Tuhan Kau Rajaku
Yang bertakhta yang berkuasa, Yesus Tuhan Kau Rajaku

DOA PEMBUKAAN
4.  LORD YOU ARE GOOD
Lord You are Good And your mercy endureth forever
From every nation and every tongue From generation to generation
    We worship You, Hallelujah, Hallelujah, We worship You for who You are
    We worship You, Hallelujah, Hallelujah, We worship You for who you are and You are Good
You are good all the time and all the time, You are good

5 . SEBAB TUHAN BAIK (D)
Masuk gerbang-Nya bersyukur dengan penuh pujian
Bersuka di hadirat-Nya, nyanyi besarkan agung nama-Nya
    Puji Dia tiuplah sangkakala, musik dan tarian,Semua makhluk di bumi di surga
    Dengan seg’nap hati angkat pujian……….
S’bab Tuhan baik 3x Anug’rah-Nya kekal selamanya
    Yesus Kristus Allah Tuhanku pencipta s’galanya
    Datang sujud di hadapan-Nya angkat tanganmu naikkan pujian

6. SETIAP JAM
Ya Tuhan tiap jam ‘ku memerlukan-Mu,Engkaulah yang memb’ri sejahtera penuh
Setiap jam ya Tuhan, Dikau kuperlu,Kudatang Juruselamat berkatilah

PADUAN SUARA/ VOCAL GROUP
DOA & PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

7. KAU BERFIRMAN
Apapun yang terjadi di dalam hidupku ini,Tak pernah kuragukan kasih-Mu Tuhan
Lewat gunung yang tinggi, dalam lembah yang curam,Tak pernah kuragukan janji-Mu Tuhan
    Kau berfirman dan sembuhkanku,Kau bersabda dan s’lamatkanku
    Tiada yang mustahil bagi-Mu,Yesus kupercaya pada-Mu

DOA & PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN
SAKRAMEN PERJAMUAN KUDUS : 8. SEPERTI YANG KAU INGINI
Bukan dengan barang fana Kau membayar dosaku,Dengan darah Yang Mahal, tiada noda dan cela
Bukan dengan emas perak, Kau menebus diriku,Oleh segenap kasih dan pengorbanan-Mu
Kutelah mati dan tinggalkan cara hidupku yang lama,Semuanya sia-sia dan tak berarti lagi
Hidup ini kuletakkan pada mezbah-Mu ya Tuhan,Jadilah padaku seperti yang Kau ingini

PERSEMBAHAN SYUKUR : 9.    SUNGGUH KUBANGGA BAPA (C)
Sungguh kubangga Bapa punya Allah seperti Engkau,Sungguh kubangga Yesus atas s’gala pengorbanan-Mu
Tak ingin aku hidup, lepas dari kasih-Mu,Kasih-Mu menyelamatkan dan b’riku pengharapan
    Kini ‘ku persembahkan apa yang aku miliki,    Memang tiada berarti bila dibanding dengan kasih-Mu
Namun kuingin memb’ri dengan sukacita di hati,Kar’na ‘ku tahu ini menyenangkan hati-Mu

NYANYIAN AKHIR IBADAH: 10. SAMPAI MASA TUAMU (G)
Sampai masa tuamu, Aku Yesus tetap Dia,
Dan sampai putih rambutmu, Aku menggendong kamu
Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu t’rus..
Aku t’lah memikul kamu dan menyelamatkanmu

<strong>TATA IBADAH GPIA PERNIAGAAN, MINGGU, 08 JULI 2012</strong>

1. JALAN KEBENARAN DAN HIDUP
Kau Tuhan adalah Bapaku, Bapa yang baik p’lihara hidupku
Semua yang ada padaku, bukti dari segala kasih-Mu
    Yesus Kau jalan kebenaran dan hidup, Hanya pada-Mu kes’lamatan hidupku
    Tiada Tuhan yang seperti diri-Mu, Kau layakkanku memanggil-Mu Bapaku

PEMBACAAN ALKITAB:             M A T I U S   6
P :     Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata : Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami  minum? Apakah yang akan kami pakai? (31)
W :    SEMUA ITU DICARI BANGSA-BANGSA YANG TIDAK MENGENAL ALLAH. AKAN TETAPI BAPAMU YANG DISORGA TAHU, BAHWA KAMU MEMERLUKAN SEMUANYA ITU. (32)
P :    Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (33)
W : SEBAB ITU JANGANLAH KAMU KUATIR AKAN HARI BESOK, KARENA HARI BESOK MEMPUNYAI KESUSAHANNYA SENDIRI. KESUSAHAN SEHARI CUKUPLAH UNTUK SEHARI. (34)

2.  DALAMNYA KASIH-MU
Dalamnya kasih-Mu Bapa, terlebih dari s’galanya,Pengorbanan yang termulia s’lamatkanku
Dengan darah yang tercurah, ampuniku atas dosa,‘ku bersujud kepada-Mu oh Yesusku
    Engkau kusembah, Kau yang terindah,Pulihkanku dengan darah-Mu
    Engkau kusembah, Bapa mulia..Seumur hidupku, kumau menyembah-Mu

3. Layaklah segala bangsa sujud kepada-Mu
    S’bab Kau Allah yang kudus layak disembah

DOA PEMBUKAAN
4. TIBA SAATNYA (C)
Tiba saatnya kami berkumpul bersatu,Dari sg’nap suku dan bangsa
Berdiri di hadapan takhta Anak Domba..Satu suara menyatakan
    Kes’lamatan dari Allah yang duduk dan bertakhta,    Kami naikkan pada Anak Domba
    Pujian dan kekuatan, hormat dan kekuasaan,Kemuliaan bagi Dia selamanya

5. SEBAB TUHAN BAIK (D)
Masuk gerbang-Nya bersyukur dengan penuh pujian,
Bersuka di hadirat-Nya, nyanyi besarkan agung nama-Nya
    Puji Dia tiuplah sangkakala, musik dan tarian..Semua makhluk di bumi di surga
    Dengan seg’nap hati angkat pujian
S’bab Tuhan baik 3x Anug’rah-Nya kekal selamanya
    Yesus Kristus Allah Tuhanku pencipta s’galanya
    Datang sujud di hadapan-Nya angkat tanganmu naikkan pujian

PADUAN SUARA/ VOCAL GROUP
6. KUASA-MU BILUR-MU
Yesus telah mati bagiku, Dialah penebus yang ampuniku/pulihkanku
Pengorbanan-Nya yang sempurna, membawa mukjizat yang besar
    Kuasa-Mu memulihkan, kuasa-Mu memulihkan
    Percaya Kau berfirman, kuasa-Mu yang pulihkan

Yesus telah mati bagiku, Dialah penebus yang sembuhkanku
Pengorbanan-Nya yang sempurna membawa mukjizat yang besar
    Bilur-Mu menyembuhkan, bilur-Mu menyembuhkan
    Percaya Kau berfirman, bilur-Mu yang sembuhkan

DOA &amp; PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

PERSEMBAHAN SYUKUR : 7. YESUS TUHANKU AJAIB
Yesus Tuhanku ajaib heran perbuatan-Nya
Tiada yang mustahil bagi-Nya, Yesus Tuhanku ajaib
    Haleluya 2x Mukjizat yang diperbuat-Nya sungguh ajaib
    Haleluya 2x untuk selama-lamanya Tuhanku ajaib

NYANYIAN AKHIR IBADAH: 8. SAMPAI MASA TUAMU (G)
Sampai masa tuamu, Aku Yesus tetap Dia,
Dan sampai putih rambutmu, Aku menggendong kamu
Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu t’rus..
Aku t’lah memikul kamu dan menyelamatkanmu

Posted by: gpia | April 26, 2012

Tata Ibadah Minggu, 29 April 2012

TATA IBADAH GPIA (TEAM DUTA MAS) MINGGU, 29 APRIL 2012
DI PERNIAGAAN

1 .  ‘TIDAK DENGAN TANGAN YANG HAMPA
Tidak dengan tangan yang hampa kudatang ke hadirat-Mu,Menyatakan rasa syukurku atas s’gala berkat-Mu
Tidak dengan tangan yang hampa kusujud menyembahMu,Persembahkan s’luruh hidupku diatas mezbah-Mu
Segalanya yang kumiliki semuanya dari pada-Mu,‘kan kubawa persembahanku yang terbaik hanya bagi-Mu

PEMBACAAN ALKITAB:        YEREMIA 29
P:    Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; (12)
W:    apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati. (13)
P:    Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat. (14a)
W:    Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN. (30:17A)

2. ‘KU ADA (C)
‘ku ada s’bab anugrah-Mu, ‘ku ada kar’na kasih-Mu,
Tuhan Yesus ‘ku bert’rima kasih buat kasih rakhmat-Mu
    T’rima kasih Yesus, Yesus, t’rima kasih..    Hanya anug’rah-Mu buat hidupku s’karang
    Ku ‘kan memuji-Mu s’lamanya…..

3. BESAR ALLAHKU
Kemegahan Raja, dalam kemuliaan,Bumipun bersuka, bumipun bersuka
Dia datang dalam t’rang, keglapanpun sirna,Umat-Nya bersujud mendengar suara-Nya
    Besar Allahku, nyanyikan besar Allahku,S’lamanya besar dan ajaib Tuhanku
How Great is our God…Sing with me how great is our God
Always see how great, How great is our God

DOA PEMBUKAAN
4.  BESARLAH TUHAN (F)
Besarlah Tuhan dan layak dipuji,Besarlah nama-Nya, kekallah kuasa-Nya
Aman berlindung dalam naungan-Nya,Dia Allah bagi kita di pihak kita
    Terpujilah Tuhan, terbukti kuasa-Nya,Dia t’lah menunjukkan kasih-Nya pada kita
    S’bab Tuhan t’lah bangkit, menyayangi kita,Terpujilah Tuhan, terpuji nama-Nya
    Yesus Allah Perkasa……………………..

5 . ‘KU DIB’RI KUASA (G)
‘ku dib’ri kuasa dari Raja Mulia,Menaklukkan musuh di bawah kakiku
Kupakai kuasa dari Raja mulia,Bila Allah ada bersamaku siapa jadi lawanku
    Sungguh besar Kau Tuhanku Engkau perisai hidupku,
‘ku berdiri dengan iman, iman dalam Yesus Tuhan
    Kau yang memb’ri kemenangan ‘ku bersorak merayakan
    Terpujilah Engkau Raja s’gala raja

6. YESUS TUHANKU AJAIB
Yesus Tuhanku ajaib heran perbuatan-Nya,Tiada yang mustahil bagi-Nya, Yesus Tuhanku ajaib
    Haleluya 2x Mukjizat yang diperbuat-Nya sungguh ajaib
    Haleluya 2x untuk selama-lamanya Tuhanku ajaib

PADUAN SUARA/ VOCAL GROUP
NYANYIAN JEMAAT : 7. PERMATA HATIKU
Dengan s’genap hati dan jiwaku,Kudatang pada-Mu dalam kerinduan
Kasih-Mu yang sanggup mengubahku,dan menguatkanku dalam pengharapan
    Yesus Engkaulah permata hatiku,Dunia tak dapat menggantikan-Mu
    Kemuliaan-Mu tercurah bagiku,Jadikanku indah dan semakin indah bagi-Mu

DOA FIRMAN TUHAN
PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN
PERSEMBAHAN SYUKUR : 8.  YESUS TUHANKU AJAIB
Yesus Tuhanku ajaib heran perbuatan-Nya,Tiada yang mustahil bagi-Nya, Yesus Tuhanku ajaib
    Haleluya 2x Mukjizat yang diperbuat-Nya sungguh ajaib
    Haleluya 2x untuk selama-lamanya Tuhanku ajaib

NYANYIAN AKHIR IBADAH:    9 . BAHWA SERTA DENGAN ALLAH (G)
Bahwa serta dengan Allah kita lakukan perkara yang besar
Bahwa serta dengan Allah kita hadapi semua
Allah akan menginjak-injak segala musuh kami
Perkara besar terjadi bahwa serta dengan Allah

TATA IBADAH (TEAMGPIA PERNIAGAAN), MINGGU, 29 APRIL 2012
DI DUTA MAS
1.     PERMATA HATIKU
Dengan s’genap hati dan jiwaku,Kudatang pada-Mu dalam kerinduan
Kasih-Mu yang sanggup mengubahku,dan menguatkanku dalam pengharapan
    Yesus Engkaulah permata hatiku,Dunia tak dapat menggantikan-Mu
    Kemuliaan-Mu tercurah bagiku,Jadikanku indah dan semakin indah bagi-Mu

PEMBACAAN ALKITAB:        YEREMIA 29
P:    Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; (12)
W:    apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati. (13)
P:    Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat. (14a)
W:    Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN. (30:17A)

2.  KUHIDUP BAGI-MU
Yesus Kau kebenaran yang menyelamatkanku,Kau membrikan kuhidup dan pengharapan
Kuikut kehendak-Mu kuperlu pelukan-Mu (anugerah-Mu),Kunyatakan janjiku kepada-Mu
    Kalau kuhidup, kuhidup bagi-Mu,Hatiku tetap, tetap menyembah-Mu
    Dunia tak bisa menjauhkanku dari Kasih-Mu…….
S’lama kuhidup, kuhidup bagi-Mu,Mataku tetap, tetap memandang-Mu
Dunia tak bisa menjauhkanku dari kasih-Mu

DOA PEMBUKAAN
3. SUNGGUH NYATA
Seindahnya pelangi, seterangnya mentari,Namun Kau yang terindah hanya Kau yang termegah
Walau badai menghadang dan bumipun bergoncang,Namun Kau ‘kan setia menjagaku s’lamanya
    Sungguh nyata kasih-Mu di sepanjang hidupku,Dengan darah-Mu Kau tebus dosaku
    Sungguh nyata kasih-Mu di sepanjang hidupku,Seg’nap hatiku hanyalah untuk-Mu

4. MAHAKUASA MAHAMULIA
Tak terlukiskan kasih yang Kau berikan,Karya termegah, tiada bandingnya
Dekap kasih-Mu, setia menjagaku,‘kan kunyatakan bahwa Yesuslah Tuhan
    Mahakuasa, Mahamulia, Kau bertakhta atas semesta
    Mahakuasa, Mahamulia, dulu s’karang sampai s’lamanya

5. PUJIAN SYUKUR
Apa yang tak pernah terlihat oleh mata,S’gala yang belum pernah didengar
S’gala sesuatu yang tak pernah terpikirkan,Semuanya Kau sediakan bagiku
    Pujian syukur kunaikkan kepada-Mu,    Berkat-Mu tercurah di setiap langkahku
    T’rima kasih Yesus untuk kasih setia-Mu,Kekuatan yang baru Kau berikan padaku selamanya

PADUAN SUARA/ VOCAL GROUP
NYANYIAN JEMAAT:      6 .  BAGI TUHAN TAK ADA YANG MUSTAHIL
Kuyakin saat Kau berfirman, kumenang saat Kau bertindak,Hidupku hanya ditentukan oleh perkataan-Mu
Kuaman kar’na Kau menjaga, kukuat kar’na Kau menopang,Hidupku hanya ditentukan oleh kuasa-Mu
    Bagi Tuhan tak ada yang mustahil,Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin
    Mukjizat-Nya disediakan bagiku,‘ku diangkat dan dipulihkan-Nya

DOA FIRMAN TUHAN
PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN
PERSEMBAHAN SYUKUR : 7. YESUS KUDATANG PADA-MU
Yesus kudatang pada-Mu, dan ‘ku membawa hatiku,Bukan suatu yang palsu kuberikan untuk-Mu
S’bagai persembahan terbaik untuk-Mu,    Kaulah Tuhanku kekuatan di hidupku
    Tak ‘kan kumampu hidup tanpa diri-Mu,Pujian syukurku hanyalah kepada-Mu
    Kasih setia-Mu tak ‘kan meninggalkanku (s’lamanya)

NYANYIAN AKHIR IBADAH: 8. BAHWA TUHANJUGA (F)
Bahwa Tuhan juga, Gunung Batuku,Bahwa Tuhan juga, Kota Bentengku
Bahwa Tuhan juga, Penolongku,Yaitu Allahku dan Gunung Batuku
    Aku percaya akan Dia, Sang Perisaiku,Aku percaya akan Dia, Tanduk Selamatku
    Aku percaya akan Dia, Perlindunganku,Tempat Perlindungan yang tinggi

Posted by: gpia | April 26, 2012

Hidup Bebas dari Ketakutan

“Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan: Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.’ Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk” Mazmur 91:1-3 Mungkinkah untuk hidup bebas dari ketakutan di dunia yang berbahaya dan tidak dapat diramalkan ini? Ya, tentu saja mungkin! Karena perlindungan adalah janji Tuhan yang kukuh. Tetapi itu bukanlah sebuah janji yang ditawarkan kepada siapa saja; itu adalah janji bagi mereka yang tinggal dalam Tuhan. Tinggal berarti menghuni dan terus menetap. Bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa ialah hidup dalam persatuan yang bersinambung dengan Dia, memelihara firman-Nya dan mematuhi suara-Nya. Mereka yang tinggal dalam Tuhan dapat hidup tanpa rasa takut terhadap tindakan yang akan dilakukan iblis. Namun biarlah saya menjelaskan hal ini — janji perlindungan Tuhan tidak menjamin bahwa iblis takkan mengganggu Anda! Itu berarti bahwa Tuhan akan memberi Anda jalan keluar setiap kali iblis muncul di hadapan Anda. Jika Anda takut akan bahaya di sekitar Anda, luangkanlah lebih banyak waktu dalam Firman dan dalam doa sampai iman Anda kepada Tuhan mengatasi ketakutan Anda. Mendekatlah kepada Tuhan sampai Anda bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa dan — betapa pun berbahayanya dunia ini jadinya–Dia pasti akan membebaskan Anda! Gloria

Posted by: gpia | December 15, 2011

Merry Christmas

Posted by: gpia | September 8, 2011

Saluran Kasih

“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” 1 Petrus 4:10
Kasih karunia Allah yang memiliki kuasa untuk membebaskan manusia dari perbudakan setan dan membawanya pada kekuasaan Allah sering dieksploitasi. Jika dipergunakan dengan tidak semestinya, kebebasan yang didapat dari kasih karunia dan pengampunan dosa bisa rusak.
Itulah peringatan Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma: “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak!” (Roma 6:1-2).
Kasih karunia menjadi rusak jika orang-orang percaya berpikir bahwa mereka dapat melakukan dosa setelah bertobat. “Bagaimanapun juga,” kilah mereka, “Saya akan meminta pengampunan setelah saya berbuat dosa, dan semuanya akan menjadi baik kembali.” Alasan seperti itu memutarbalikkan kasih karunia dan tidak sesuai dengan pengertian bahwa akibat-akibat dosa akan selalu dituai, bahkan oleh orang-orang Kristen.
Kasih karunia menjadi rusak jika kita tidak memberikan kasih tanpa syarat yang serupa kepada orang-orang lain yang dikirimkan Allah kepada kita. Kita telah diampuni dan dikasihi dengan cuma-cuma, tanpa mengingat perbuatan-perbuatan kita. Kasih karunia tidak bertumbuh dan keluar dari jalurnya jika kita tidak melakukannya.
Seorang pelayan dari kasih karunia Allah memperhatikan apakah ia adalah saluran dari kasih karunia Allah kepada orang-orang lain. Keajaiban kasih karunia itu menggerakkannya untuk meningkatkan kekudusan—bukan perbuatan penuh dosa yang mementingkan diri sendiri—karena sadar bahwa kasih karunia mengalir dari pembuluh-pembuluh darah Immanuel.
Doa: Ya Allah, aku memuji Engkau karena pemberian kasih karunia-Mu. Biarkanlah aku menjadi seorang pelayan yang baik dari kasih karunia-Mu.
Charles Stanley

Posted by: gpia | July 7, 2011

Lakukanlah Sendiri

“…mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah…”. 2 Korintus 10:5
Pembebasan dari dosa tidaklah sama dengan pembebasan dari sifat manusiawi. Ada beberapa hal dalam sifat manusiawi, seperti prasangka, yang untuk menghancurkannya pemercaya harus mengabaikannya. Akan tetapi, ada hal-hal lain yang harus dihancurkan dengan kekerasan, yaitu, melalui kekuatan ilahi yang diberikan oleh Roh-Nya. Ada beberapa hal yang tidak perlu kita perangi, tetapi cukup dengan “berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan…” (Keluaran 14:13). Akan tetapi, setiap teori atau pemikiran yang membentuk dirinya sebagai kubu penghalang yang “menentang pengenalan akan Allah” harus dengan tekun dihancurkan dengan menarik kuasa Allah, bukan dengan usaha manusia atau dengan kompromi (lihat 2 Korintus 10:4).
Hanya bila Allah telah mengubahkan sifat kita dan kita telah memasuki pengalaman pengudusan, maka perang itu dimulai. Perang itu bukan pertempuran melawan dosa; karena kita tidak pernah dapat berperang melawan dosa – Yesus Kristus telah memenangkannya dalam penebusan. Perang itu berkecamuk untuk mengubahkan hidup lahiriah kita menjadi hidup rohani. Ini tidak terjadi dengan mudah, dan Allah tidak bermaksud agar hal itu menjadi mudah. Ini hanya dapat terlaksana melalui serangkaian pilihan moral. Allah tidak membuat kita suci dalam pengertian watak; tetapi Dia telah membuat kita tidak bersalah di hadapan-Nya. Kemudian kita harus mengubahkan ketidakbersalahan itu menjadi sifat suci melalui pilihan moral yang kita buat. Pilihan-pilihan ini terus-menerus bertentangan dan bermusuhan dengan segala sesuatu dari hidup lahiriah kita yang telah berurat akar sangat dalam dan membentuk dirinya menjadi kubu penghalang “menentang pengenalan akan Allah”. Kita dapat berpaling, menjadikan diri kita tidak berharga bagi kerajaan Allah, atau dengan tekun kita dapat menghancurkan hal-hal tersebut dan mempersilakan Yesus untuk membawa banyak orang kepada kemuliaan (lihat Ibrani 2:10).
Oswald Chambers

Posted by: gpia | June 23, 2011

Renungkanlah Firman

Jaring Laba-laba
“Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih beskr daripada penderitaan kami.” 2 Korintus 4:17
Tumbuh di pertanian merupakan sebuah petualangan besar bagi saya. Saudara-saudara perempuan saya dan saya senang melompat dari kasau-kasau gudang, membuat benteng-benteng dari jerami, dan merangkak masuk ke dalam tempat penyimpaian bahan makanan. Saya menaiki tangga menuju loteng jerami, melalui jaring laba-laba yang tebal, yang bergantung seperti permen kapas yang terentang dari satu tempat ke tempat lain.
Laba-laba itu tidak mengganggu saya, jadi saya terus naik menembus jaring laba-laba itu. Jaring-jaring yang tipis melekat pada tubuh saya, tetapi saya tertawa—dengan sekali kibasan tangan, jaring-jaring itu lepas.
Seseorang pernah berkata, “Tuhan, tolong kami mengibaskan permasalahan yang mengikat kami seperti rantai, seperti mengibaskan jaring laba-laba.” Oh, betapa seringnya kita merasa terikat dengan permasalahan-permasalahan kita. Tidakkah akan lebih baik jika kita dapat menganggap semua pencobaan kita sama ringannya dan sama sementaranya seperti jaring laba-laba? Tentu saja kita dapat! Permasalahan apa pun yang membebani kita—keraguan atau kecemasan, rasa tidak aman atau rasa takut—bukanlah rantai yang mengikat kita. Semuanya itu seringan bulu bila dibandingkan dengan kemuliaan yang akan datang. Dengan sebuah kibasan doa dan pujian yang keluar dari hati seorang anak maka Allah dapat memutuskan jaring laba-laba mana pun yang berusaha mengikat kita.
Tuhan yang mengatasi segalanya, aku hampir tidak dapat memahami kemuliaan abadi yang menantiku di sorga. Tolong aku untuk mengerti bahwa permasalahanku di dunia ini benar-benar ringan dan bersifat sementara. Buatlah aku mengetahui bahwa semua itu dapat memberikan upah yang besar bagiku serta kemuliaan dan hormat bagi Anak-Mu. Beri aku hati seorang anak dan tolong aku untuk dapat mengibaskan permasalahan yang sering kali terasa seperti rantai yang mengikat sama seperti aku mengibaskan jaring laba-laba.
Joni Eareckson Tada

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.